Growth Centre LLDIKTI IX Siap Tampung  Pengungsi Palu dan Donggala

Ketua LLDIKTI Sulawesi di growth center
Prof Jasruddin saat meninjau kondisi growth center

INIPASTI.COM, MAKASSAR. Gedung dan ruangan Growth Centre LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi Gorontalo, siap menampung sebanyak 200 pengungsi korban gempa dan tsunami Palu Donggala.

Sarana dan prasarana pada gedung yang terletak di Km 9 Tamalanrea dekat BTN Antara ini, sudah ada termasuk tempat tidur, ruangan  agak luas dan halaman kantor yang juga agak luas.

Demikian ditegaskan Kepala LLDIKTI IX Sulawesi dan Gorontalo, Prof Dr. Jasruddin, M.Si didampingi Direktur Growth Centre, Drs.H. Andi Saharuddin ,MM kepada media awal Oktober 2018.

Pihak LLDIKTI IX Sulawesi telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak Sulsel Peduli lewat Andi Patarai, untuk secara bersama menangani para pengungsi tersebut, kata Jasruddin.

Baca Juga:  PKS Sulsel Kirim Bantuan Bensin dan Genset ke Palu

Selama di lokasi pengungsian, para pengungsi akan dilakukan  pemulihan trauma psikologis.

Dari bencana alam meluluhlantakkan Kota Palu dan Donggala dengan korban jiwa mencapai ribuan orang itu, tandas mantan Direktur PPs-UNM ini.

Penanganan para pengungsi akan dilakukan secara bersama dengan kampus yang ada di Makassar. Dana yang terkumpul lewat Tim Penanggulangan Bendana LLDIKTI IX akan disalurkan kepada pengungsi yang rencananya akan di tampung di Growt Centre itu.

Ditempat terpisah, Direktur Growth Centre, Drs.H. Andi Saharuddin ,MM kepada media Minggu (7/10/2018) menegaskan pihaknya siap menunggu kedatangan saudara kita para pengungsi korban gempa di Palu dan Donggala.

Baca Juga:  Menristekdikti: Mutu Perguruan Tinggi Harus Memiliki Standar Internasional

Sarana yang ada tempat tidur dengan kapasitas 100 orang serta dapur umum serta sarana olahraga.

Gedung ini juga memiliki sarana lahan pekarangan kantor yang agak luas tempat bermain anak-anak pengungsi, tegas salah seorang Dosen Dipekerjakan LLDIKTI di STIM LPI Makassar ini. (yahya)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.