INIPASTI.COM, SUDIANG – Fisiknya yang tak lagi kuat, tidak menyurutkan niat Sutomo Gustan (64) untuk tetap menunaikan ibadah haji tahun ini. Pria asal Provinsi Maluku Utara (Malut) ini tetap semangat menunaikan rukun Islam yang kelima meski menggunakan kursi roda.
“Tetap semangat, karena ini telah lama kami niatkan untuk pergi haji,” tegas Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kota Ternate ini saat dimintai tanggapan tentang dirinya yang hendak berangkat haji meski menggunakan kursi roda.
Keterbatasan fisik memang bukan menjadi penghalang bagi seseorang untuk berangkat menunaikan ibadah haji, sepanjang sakit yang dialami tidak bersentuhan dengan regulasi penerbangan. Begitu pula yang dialami oleh Sutomo Gustan. Ia yang mengidap penyakit gula basah, jari kakinya harus diamputasi.
“Awalnya saya terkena gula basah pada kaki. Untuk menghindari agar tidak menyebar, maka 3 jari kaki saya diamputasi. Setelah jalani operasi, beberapa waktu kemudian saya mencoba berjalan, tapi saat itu malah urat kaki pada tumit tertarik yang mengakibatkan saya harus kembali menjalani operasi kurang lebih setahun yang lalu. Dari situ saya sudah menggunakan kursi roda,” ceritanya.
Suami dari Sarifa Soleman (60) ini, mendaftar haji bersama sang istri pada tahun 2012 silam. Kala itu, ia masih dalam kondisi normal. Namun, takdir berkata lain. Ia kemudian mendapatkan musibah tersebut yang akhirnya harus berhaji dengan menggunakan kursi roda.
Untung saja sang istri dengan setia mendampinginya. Sang istri yang juga merupakan salah satu alasan bagi dia memeluk Islam, tampak setia selalu berada di sampingnya. Dengan senyum merekah dan wajah sumringah, keduanya tampak senang menunggu detik-detik keberangkatannya menuju tanah suci.
Sutomo Gustan memang seorang mualaf. 34 tahun silam ia memutuskan untuk memeluk agama Islam. Ia bercerita bahwa dirinya merupakan keturunan Chinese dari sang ayah. Ayah dua orang anak ini mengaku mengikuti jejak almarhum kakaknya, Hj Nayah yang lebih dahulu memeluk agama Islam.
Setahun kemudian, Sutomo Gustan menikahi Sarifa yang merupakan salah seorang guru di Sekolah Islamiyyah 1 Ternate. Sejak itulah, ia bersama sang istri berniat untuk menunaikan ibadah haji.
Setelah 5 tahun menunggu, Sutomo dan istri akhirnya mendapat panggilan dari Kemenag Malut untuk berangkat menunaikan ibadah haji. Keduanya kini telah terbang menuju Madinah bersama JCH Kloter 7 Embarkasi Makassar.
Pasangan suami istri ini berangkat bersama 448 JCH asal Malut. Pesawat dengan nomor penerbangan GIA-1204 yang membawa ratusan JCH ini take-off pada Sabtu, 21 Juli 2018 pukul 21.58 WITA.
Sutomo pun berharap agar bisa menunaikan ibadah haji dengan lancar tanpa suatu halangan pun. Ia berdoa agar bisa kembali ke tanah air dengan selamat dan menyandang predikat haji mabrur. (Sule)










