TONY Blair menjadi pusat perhatian surat-surat kabar dunia menyusul dikeluarkannya laporan penyelidikan tentang keterlibatan Inggris dalam Perang Irak, Rabu (6/7), di mana hanya sedikit simpati diberikan kepada mantan perdana menteri Inggris itu.
Beberapa komentator memandangnya sebagai orang dar kelas bintang yang turun ke kelas paria, menyusul dipublikasikannya hasil penyelidikan yang dipimpin Sir John Chilcot soal keputusan pemerintahan Tony Blair untuk ikut Perang Irak.
Mereka mengatakan bahwa dia kini menghadapi tuntutan kompensasi dari keluarga tentara Inggris yang terbunuh di Irak.
Di Timur Tengah, sejumlah penulis mengatakan permintaan maaf atas keterlibatan dalam invasi Irak tidaklah cukup, dan lebih banyak yang harus dilakukan untuk mengatasi dampaknya. Sementara di Irak sendiri, hanya sedikit koran yang memuat laporan penyelidikan tentang Perang Irak tersebut. Surat kabar di sana umumnya tidak terbit pada hari raya Idul Fitri, yang dirayakan kaum muslim setelah berpuasa di bulan Ramadan.
Timur Tengah
“Setelah 13 tahun Inggris akhirnya mengakui kejahatan menghancurkan Irak” – koran harian Mesir Al-Watan.
“Blair yang memalukan adalah penjahat perang. Laporan Chilcot mengungkap dan mengutuk Blair karena menginvasi Irak” – koran harian pro-pemerintah Bahrain Akhbar al-Khaleej.
“Barat terus menerus berupaya untuk menumbangkan dunia Arab kita. Siapa yang dapat melupakan Sykes-Picor, Deklarasi Balfour, pendirian negara Israel serangan yang terus berlanjut terhadap Arab sejak Perang Salib… Dan di dalam semua kejadian itu selalulah mencari Inggris” – Zuhayr Maged dari koran pro-pemerintah Oman Al-Watan.
Laporan tersebut “tidak akan mengubah apapun… Perang meninggalkan luka yang tak akan pernah sembuh, konflik yang tak akan berkesudahan dan mengakibatkan munculnya kelompok Islamic State” – Othman al-Merghany harian Ashraq al-Awsat yang berbasis di London.
“Permintaan maaf tidaklah cukup dan harus ada upaya dibuat untuk meringankan bencana yang diakibatkan… Bagaimana mungkin Inggris menghanguskan suatu negeri dan menghancurkan entitas politik dan ekonominya dengan hanya menyesali tindakan itu?” – koran pro-pemerintah Uni Emirat Arab Al-Khaleej.
Eropa
“Politisi Inggris paling brilian pada dekade-dekade ini, yang terpilih tiga kali, telah turun ke kelas paria di negerinya sendiri” – Florentin Collomp dalam harian Prancis Le Figaro.
“Partisipasi Inggris dalam operasi militr AS itu merupakan tikaman bagi solidaritas Eropa, khususnya terhadap Prancis dan Jerman, yang menentang perang” – Jacques Hubert-Rodier dalam harian Prancis Les Echos.
Laporan Chilcot berakhir “tepat di mana jika dilanjutkan sebenarnya akan menjadi berisiko bagi Blair: pada pertanyaan tentang tanggung jawab kriminal” – koran Jerman Sueddeutsche Zeitung.
“Perencanaan untuk kemudian menduduki negara tersebut ternyata ‘sama sekali tidak memadai’, dan perang saudara berdarah telah membuka gerbang bagi masuknya terorisme Islamis” – koran Jerman Berliner Zeitung.
“Dunia perlu memetik pelajaran dari laporan ini supaya dunia tidak kembali mengambil tindakan tanpa konsensus multilateral dan melangkahi payung hukum internasional” – koran Spanyol El Mundo
“Tony Blair menjadi boneka di tangan George Bush… Kesimpulan dari penyelidikan… adalah kutukan politik paling keras dan menuedihkan bagi mantan pemimpin partai Buruh itu” – Fabio Cavalera dalam koran Italia Corrierre della Sera.
“Laporan itu sangat merusak reputasi Blair… Namun, dosa di Irak boleh jadi akan menguras isi dompet Blair. Keluarga korban berharap untuk mendapat keuntungan dari laporan tersebut untuk mengajukan tuntutan hukum civil suit” – Yevgeny Medvedev dalam koran Rusia Nezavisimaya Gazeta
“Blair menghadapi pertarungan panjang untuk menghindari tuntutan hukum… dia pasti tidak akan dimasukkan ke balik jeruji besi, tetapi dia akan didera oleh publik hingga ia berlutut” – Dmitry Gololobov dalam koran Russia Vedomosti
Amerika Serikat
“Kelompok mapan di Inggris tidak pernah memaafkan dirinya karena membawa negeri itu untuk berperang di Irak pada 2003, dan laporan hasil penyelidikan publik terhadap invasi tersebut yang dipublikasikan, Rabu, memberi kesempatan baru kepada mereka untuk menggebuk diri sendiri… apa yang dinamakan penyelidikan Chilcot itu tidak memberi tahu kepada kita apapun yang belum kita ketahui” – Wall Street Journal
“Mereka yang berkata bahwa Mr Blair dan pemerintahannya ‘disesatkan’ oleh laporan kntelijen yang salah tentang senjata pemusnah massal sebelum perang telah kehilangan pegangan mereka” – Carne Ross dalam koran New York Times
“Dari semua bukti tentang kedekatan hubungan Blair dengan mantan presiden AS, hasil penyelidikan Chilcot sebenarnya menemukan bahwa London sebenarnya memiliki sangat sedikit kemampuan untuk memawarkan dukungan kukuh kepada Washington” – Time magazine
“Laporan berisi kritik pedas untuk peran Blair dalam Perang Irak memicu penyesalan mendalam, pembangkangan dan pembalasan.










