INIPASTI.COM, MAKASSAR – Jangan ini terjadi di Indonesia, apalagi di saat kita semua yang menjadi pelaku & penanggung jawab kenegaraan, baik sebagai politisi, bisnisman handal, apalagi pejabat negara/sipil, TNI/Polri, maka negara gagal menjadi sesuatu yang haram hukumnya untuk terjadi, kalaulah begitu kita harus perhatikan hal di bawah ini untuk tidak terjadi, karena menurut yang saya tahu, ciri negara gagal secara umum adalah negara tak bisa lagi melindungi & memberi layanan minimal kepada rakyatnya dari:
- Ketidakamanan (kriminalitas tinggi, terjadi secara massif dalam keseharian masyarakat, ada gerakan terorisme dan meluasnya kekerasan akibat konflik horizontal)
-
Kemiskinan dan pengangguran yang meluas (ekonomi collaps karena anggaran negara defisit akut, nilai mata uang merosot tajam, pemasukan pajak merosot, investasi stagnan, inflasi tinggi dan gagal bayar utang).
-
Manajemen pemerintahan yang amburadul akibat dari lemahnya kepemimpinan politik (top elit terlibat konflik secara terbuka, sulit mencapai konsensus dalam mengatasi masalah fundamental dan terbelahnya birokrasi).
-
Ketidakmampuan negara membangun kepercayaan global terhadap keamanan investasi asing sehingga terjadi penarikan modal secara besar-besaran ke luar negeri.
-
Kegiatan pemerintahan, ekonomi dan politik di daerah-daerah berjalan sendiri-sendiri (nafsi-nafsi dalam mengurus kepentingan daerahnya, tanpa kendali pemerintah dan fasilitasi lagi dari pemerintah pusat) serta terasakan secara nyata ada perpecahan pada aparat keamanan (militer dan polri), maka akumulasi dari faktor itu akan menyebabkan sebuah negara masuk dalam ketegori gagal. Kalau begitu mari kita semua..Kerja, kerja, kerja… Agar negara tidak seperti ini, Mari kita hentakkan kaki kita diatas kaca nasional, tapi menjaga tetap utuh dan tidak pecah, karena ada jaki semua….salamakki.
(SYL, 27 Agustus 2015)










