INIPASTI.COM, SUDIANG – Setiap Jemaah Calon Haji (JCH) pasti mengharapkan haji mabrur. Melaksanakan rukun Islam yang kelima tanpa adanya kendala berarti, mendapatkan pengalaman religius, serta menjadi pribadi yang lebih baik lagi sepulang berhaji adalah hal yang sangat diimpikan.
Tak terkecuali Debi Permata Sari yang merupakan JCH asal Kabupaten Luwu Provinsi Sulawesi Selatan. Debi yang masih berusia 27 tahun itu mengaku sangat senang bisa berangkat di usianya yang masih terbilang muda.
“Alhamdulillah, saya merasa bersyukur sekali bisa berangkat haji di usia saya sekarang. Semoga ibadahnya lancar, diberikan kesehatan dan menjadi haji yang mabrur,” ujar perempuan kelahiran Lanipa, 5 Februari 1992 itu.
Guru Bahasa Inggris di Madrasah Aliyah Wathaniyah Belopa itu mengungkapkan bahwa dirinya bisa berangkat haji karena sang ibu, Hj Sri Rahayu. Debi didaftarkan oleh ibunya saat ia masih duduk di bangku kuliah. Tepatnya pada Tahun 2011 saat ia masih semester 2 di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.
Anak sulung dari Badar dan Sri Rahayu ini pun berniat untuk mendoakan kedua orangtuanya, khususnya perempuan yang telah melahirkannya itu, agar senantiasa diberikan kesehatan dan kelapangan rezeki. “Semoga saya dan keluarga senantiasa diberi kesehatan dan kelapangan rezeki,” doanya.
Debi yang sudah diperistri oleh Jumardin juga mengatakan ingin menjadi istri yang sholehah. Dia bahkan berharap segera bisa memberikan buah hati kepada lelaki yang sangat dicintainya itu. Betapa tidak, karena harus berangkat haji tahun ini, dia harus menunda kehamilannya yang sudah menikah sejak 24 Februari 2019.
“Harapannya, saya ingin agar bisa lebih berbakti kepada suami dan segera diberikan momongan,” tutupnya. (Sule)










