INIPASTI.COM, SUDIANG – Kebahagiaan Lia sudah tidak bisa ia gambarkan dengan kata-kata. 20 Agustus kemarin, ia telah menjadi seorang muslim yang telah melaksanakan 5 rukun Islam. Ia telah menjadi Haji Termuda dari Kabupaten Gowa tahun 2018 usai melakukan wukuf di Arafah.
Pemilik nama lengkap Nur Awalia Mubarakah Binti Muh Nursalam ini memang masih berusia 20 tahun. Setelah memperingati hari ulang tahunnya pada 26 Juli lalu, perempuan kelahiran Makassar 26 Juli 1998 ini menjadi yang termuda di antara 600 lebih jemaah haji dari Kabupaten Gowa.

Hal itu pun ia anggap sebagai nikmat yang begitu besar dari Tuhan yang telah menciptakannya. “Alhamdulillah, sungguh ini nikmat yang luar biasa. Tentu saya sangat bersyukur karena diberi kesempatan menunaikan haji di usia saya yang masih muda,” ujar anak tunggal Almarhum Muh Nursalam (40) dan Hj Sitti Aminah (50) ini.

Calon koki berangkat menunaikan ibadah haji sejak tanggal 9 Agustus lalu. Setelah menunggu sejak tahun 2009, mahasiswi Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Prodi Tata Boga ini kini berada di Mina. Setelah 9 tahun, impiannya bersama keluarga untuk sujud di tanah suci dan di hadapan baitullah akhirnya tercapai.
“Saya didaftarkan haji sama orangtua pada tahun 2009. Waktu itu saya kelas 5 SD. Alhamdulillah, setelah 9 tahun menunggu, saya dan 7 anggota keluarga inti dan lebih 30 anggota keluarga besar kami berangkat menunaikan ibadah haji,” urai alumnus SD Negeri 1 SUNGGUMINASA ini.

Usai melaksanakan puncak ibadah haji, Lia pun berharap agar bisa membahagiakan orangtuanya, terutama almarhum ayahnya yang telah meninggal dunia sejak tahun 2007 silam. Besar harapannya agar sang ayah melihat dirinya menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Serta ia ingin agar bisa membanggakannya meski mereka sudah berada di alam yang berbeda.
“Semoga almarhum bisa melihat saya menjadi pribadi yang lebih baik lagi, lebih berbakti kepada orangtua. Dan semoga juga saya bisa meneruskan usaha kedua orangtuaku,” tukas alumnus SMA Islam Terpadu Al-Fityan Gowa.
Selain mendoakan almarhum ayahnya, Lia juga mengaku mendoakan seluruh orang-orang yang ia sayangi, termasuk teman-temannya. Apatah lagi kata dia, banyak teman-temannya yang menitipkan doa sebelum ia berangkat ke Arab Saudi.
“Kemarin kan pamit dan izin sama dosen, karena nanti 3 Minggu tidak masuk kuliah. Di situ banyak yang nitip doa. Ada yang mau cepat wisuda, dapat nilai bagus, dan ada juga yang minta segera ditemukan dengan jodoh,” jelasnya. (Sule)










