INIPASTI.COM, MAKASSAR -Tanaman kakao merupakan salah satu tanaman unggulan Sulsel setelah kopi dan kapas. Secara nasional Sulsel adalah penghasil kakao terbesar di Indonesia.
Sekretaris Dinas Perkebunan Provinsi Sulsel, Ir Arsad Patara, MBA, mengatakan, produksi kakao di Sulsel pada tahun 2016 yang tersebar di 22 kabupaten telah mencapai 151.124 ton atau nilainya mencapai Rp4,6 triliun
Luas wilayah penanaman mencapai 239.266 ha tersebar di 22 kabupatn. Terbesar produksinya adalah Kabupaten Luwu 27.640 ton, Lutra 22.296 ton, Pinrang 12.280 ton, Bone 18.079 ton, Soppeng 12.361 ha, Wajo 11.180 ton, Sidrap 7.527 ton, Enrekang 5.000 ton, Bulukumba 4.575 ton, serta Palopo 1.554 ton. Dan beberapa produksi kakao di daerah lainnya yang bukan merupakan sentra produksi.
Dikatakan Arsad Patara, ada peningkatan produksi di tahun 2016 mencapai 151.124 ton sementara produksi tahun 2015 hanya mencapai 143.073 ton. Peningkatan yang dicapai dua tahun terakhir ini, antara lain karena Disbun Sulsel banyak melakukan sekolahlapang bagi petani kakao di daerah.
Ada intensifikasi, melakukan sambung pucuk, melakukan pemeliharaan dengan pemangkasan dan melakukan panen sering yang dimaksudkan untuk mencegah berkembangnya hama penggerek batang.

Dikatakan Arsad, produksi kakao ini pernah menurun di tahun 2014, jika dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya, yakni tahun 2012 produksi kakao di 22 kabupaten mencpai 175.813 ton, menurun pada tahun berikutnya 2013 yang hanya mencapai 148.956 ton dan di tahun 2014 produksi sisa mencapai 137.860 ton.
Menurut Arsad penurunan itu karena adanya serangan penggerek penyakit buah kakao (PBK), penyakit buah atau Phytophthora dan penyakit VSD, kemudian karena banjir, kondisi tanaman kakao rata-rata sudah berumur tua. (nasrullah)










