INIPASTI.COM, JAKARTA – Telah banyak kasus seseorang meninggal dunia secara tiba-tiba saat/setelah berolahraga. Mulai dari pejabat, artis hingga masyarakat biasa.
Terbaru, Ashraf Sinclair yang dikabarkan meninggal dunia karena serangan jantung sesaat setelah berolahraga. Kabar itu datang dari dunia selebritas pada Selasa, 18 Februari 2020 kemarin. Berita tersebut membawa rasa duka sekaligus tak percaya, mengingat suami dari Bunga Citra Lestari ini dalam keadaan sehat.
Dari peristiwa-peristiwa itulah, seorang dokter dari Siloam Hospitals Group Sonny Gosal menulis sebuah pesan yang akhirnya menjadi pesan berantai di media sosial. Simak berikut ini…
SEHUBUNGAN BANYAK KEJADIAN KETIKA BEROLAHRAGA MENINGGAL SECARA MENDADAK, HARAP DIPERHATIKAN HAL-HAL DI BAWAH INI DEMI KESELAMATAN KITA SAAT BEROLAHRAGA.
Tanda-tanda awal kita mencapai batas kemampuan bersepeda, futsal, badminton, sepakbola atau berolahraga lainnya.
Ini hubungan antara tenaga, kebutuhan oksigen dan detak jantung.
Otak kita saat berolahraga sangat membutuhkan suplai oksigen yang cukup, yang dibawa oleh darah, dan dipompa oleh jantung.
Sementara jantung memiliki kemampuan beragam bagi tiap orang, tergantung kondisi jantung, penyakit bawaan dan umur tiap orang.
Khusus berdasar umur rumusnya kira-kira: 220 – umur. Misal, 220 – 47 = 173, segitulah kira-kira kita boleh memaksa jantung bekerja, 173 kali per menit. Tapi bisa lebih hanya untuk mereka yang sangat terlatih, dan bahkan bisa kurang untuk mereka yang tidak terlatih/jarang berlatih.
Membatasi dengan rumus, (220 – umur) – 10, untuk main aman.
Sedang tanda-tanda jantung telah hampir sampai kemampuan maksimalnya saat berolahraga antara lain:
– Tahap 1, tubuh terasa panas. Saat mendekati batas maksimal kerja jantung.
– Tahap 2, sulit mengatur nafas. Sampai di sini wajib mengurangi; kecepatan gerakan kaki atau bermain power.
– Tahap 3, berkunang-kunang dan/atau mual. Wajib berhenti.
– Tahap 4, _blackout_ atau pingsan. Tahap ini bisa langsung ke tahap selanjutnya.
– Tahap 5, jantung berhenti bekerja
Hal-hal yang baik jika dilakukan:
1. Tidak mengelap tubuh saat berkeringat sebelum sampai tempat istirahat/finis. Karena tubuh mengeluarkan lendir untuk mengurangi penguapan berlebih yang bisa saja terhapus saat mengelap tubuh. Setelah kering kita biasa menyebutnya garam.
2. Selalu minum saat mulut terasa kering dan badan terasa panas secukupnya. biasanya membatasi 4 – 7 teguk.
3. Selalu menggunakan baju quick dry supaya pendinginan tubuh dengan penguapan keringat terus terjadi. Jika tidak menggunakan baju tersebut bisa dengan mengganti baju kering atau memeras agar baju tidak penuh dengan keringat dan menghambat angin.
4. Tidak langsung duduk atau rebahan saat istirahat atau berkunang-kunang.
5. Jangan memaksa diri jika sudah tidak kuat atau tidak sehat, dan jangan tinggalkan teman yang sudah mengalami kunang-kunang dan mual jika olahraga bersama.
Semoga membantu, tetap sehat dan tetap aman.
(Sumber: dr Sonny Gosal, AIFO K3 Siloam Hospitals Group)










