Penulis : Annisa Syahrir
INIPASTI.COM, JAKARTA – Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Alauddin Makassar (UINAM) sepertinya tak pernah surut prestasi. Kali ini, mereka mendapatkan tiga kategori pada Ajang Young Planner Gathering (YPG) di Hotel JS Luwansa Jakarta, Kamis (3/11).
Baca juga : PWK UINAM Bawa Pulang Medali
Pada ajang tersebut, Teknik PWK UIN Alauddin dinobatkan sebagai Best Team, Best Statement, dan Best Participant pada diskusi enam isu perencanaan di Indonesia. Meliputi; reklamasi, smart city, infrastruktur, transportasi, dan permukiman.
Penghargaan ini disampaikan langsung Ketua Umum Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Indonesia Periode 2013-2016, Bernardus Djojoputro. “Delegasi PWK UIN Alauddin luar biasa, semangat mereka tidak pudar meski melakukan perjalanan jauh. Mereka menjadi peserta terbanyak dan mengalahkan jumlah peserta delegasi kampus lain terutama kampus yang berada di ibu kota,” ungkap pria yang kembali menjadi Ketua IAP Indonesia Terpilih 2017-2019.
Ajang ini diikuti 23 delegasi Teknik PWK yang sekaligus mewakili Sulawesi Selatan. Kegiatan ini bertujuan membangun koneksi perencana muda se-indonesia. Kegiatan ini turut dihadiri mahasiswa PWK/Planologi dari Universitas negeri maupun swasta se-Indonesia. Antara lain; Universitas Islam Bandung (UNISBA), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan lain-lain.
“Keberangkatan kami merupakan semangat jiwa muda dari Makassar. Acara ini menjadi ajang silahturahmi, saling bertukar pikiran dan saling sharing persoalan perencanaan yang ada di kabupaten/kota yang ada di Indonesia. Makassar juga siap menjadi tuan rumah pada agenda pertama Young Planner se-Indonesia,” ujar Ketua Delegasi Teknik PWK UINAM, Febrianto Samin.
Delegasi Teknik PWK UINAM juga mendapat apresiasi dari Perwakilan IAP Sulawesi Selatan, Firdaus ST MSi. “Saya sangat mengapresiasi semangat para planner muda khususnya di Sulawesi Selatan. Ini menjadi titik balik dari kepedulian anak muda dalam menyikapi isu tata ruang. Dengan diadakannya Young Planner Gathering ini membuktikan jika generasi muda juga harus peduli terhadap tata ruang,” tuturnya. (*)
//










