INIPASTI.COM, MAKASSAR – Sejak masih bayi, Irawati (24) sudah harus menerima cobaan. Usianya kala itu baru 5 bulan, namun ayah dan ibunya sudah berpisah. Wanita kelahiran Paseru 15 Juli 1993 ini pun dirawat dan dibesarkan oleh sang ibu, Mardaya. Sedangkan ayahnya, Ambo Tang saat itu ia tidak tahu kemana perginya.
Dengan penuh kasih sayang, ia bersama 5 kakaknya diasuh oleh sang ibu tercinta. 16 tahun kemudian, ibunya mendapat warisan dari neneknya. Kala itu, Mardaya langsung berfikir untuk mendaftarkan anak-anaknya pada Kementrian Agama (Kemenag) Wajo sebagai Calon Jemaah Haji (CJH). Namun, Mardaya tidak mendaftar namanya sebagai CJH. Ia lebih memilih anak-anak untuk ia daftarkan.
“Saya didaftarkan sama ibu saya tahun 2009 lalu. Kakak-kakak saya juga didaftarkan tapi belum mendapat panggilan. Sedangkan ibu saya waktu itu tidak mau mendaftar alias tidak memasukkan namanya sebagai calon jemaah haji,” jelas Ira ‘sapaan akrab Irawati’ saat pelepasan JCH Kloter 34 Embarkasi Makassar, Jum’at, (25/8/2017).
Karena masa tunggu haji saat itu 8 tahun, Ira pun masih harus bersabar. Namun, seakan ibunya mendapat firasat waktu mendaftar di Kemenag Wajo, Mardaya meninggal dunia di tahun 2016. Tepat setahun sebelum Ira mendapatkan panggilan dari Kemenag Wajo. “Ibu saya meninggal tahun lalu,” ujarnya.
Ira yang kesehariannya bekerja sebagai pedagang bersama sang suami Darmawali (34) pun terpaksa harus tegar menjalani hidup. Apalagi dari pernikahannya sejak 2009 silam itu, ia telah dianugerahi satu orang anak, Muh Arfa Riski (2).
Saat mendapat panggilan dari Kemanag Wajo, Ira pun melunasi biaya naik haji yang masih tersisa 19 juta rupiah. Dana itu ia kumpulkan dari hasil berdagangnya bersama sang suami. Ia kini telah berada di Arab Saudi menjalankan rangkaian ibadah haji. Ia tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 34 Embarkasi Makassar bersama JCH asal Wajo lainnya.
“Semoga ibu saya mendapat tempat yang layak di sisi Allah SWT. Semoga amal ibadah haji saya ini juga menjadi penerang kubur dan ibu saya terhindar dari siksa kubur dan api neraka,” doanya. (Sule)










