INIPASTI.COM, KUALA LUMPUR – Suatu kebanggaan tersendiri jika bisa mewakili negara pada gelaran internasional. Sebabnya, bisa membawa nama Indonesia di mata dunia. Perasaan itulah yang dimiliki salah seorang lulusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Irnawati Bachtiar. Ia menjadi salah satu delegasi Indonesia bersama 14 negara lainnya pada gelaran Asia Pacific Future Leader Conference (APFLC) 2016 di Kuala Lumpur, Malaysia.
“Saya bangga dan senang sekali bisa menjadi delegasi Indonesia pada acara ini. Peserta konferensi berasal dari berbagai negara se-Asia Pasifik seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Myanmar, Filipina, Kamboja, Bangladesh, Kamboja, Australia, India, Pakistan, Jepang, hingga Nepal,” tuturnya, Minggu (4/12).
Mahasiswa Magister Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran, Bandung ini mengaku bersyukur menjadi salah satu dari 150 delegasi tersebut. Pasalnya, untuk menjadi delegasi bukan dipilih begitu saja. Akan tetapi mereka terpilih melalui seleksi ketat dari kurang lebih 1.000 pendaftar se-Asia Pasifik.
Perempuan yang sering disapa Irna ini pun punya kesan tersendiri dalam menyikapi ilmu yang dia peroleh pada acara tersebut. Ia menyebutkan, wanita juga berhak mendapatkan tempat dan posisi yang layak di dunia pekerjaan nanti. Ia semakin semangat akan pencapaian cita-citanya dengan bekal ilmu dan pengalaman yang terus ia kejar.
Sekadar untuk diketahui, kegiatan yang diselenggarakan Asia Pacific Leader Initiative ini baru pertama kalinya digelar. Kegiatan ini berpusat di Selangor, Malaysia yang berlangsung selama 4 hari yaitu 24-27 November 2016. Bertempat di Hotel Soleil dan gedung Kementerian Perpelancongan dan Kebudayaan. Konferensi mengambil tema ‘Digital Leader in The 21st Century. Menghadirkan tujuh pembicara internasional dalam seminar yang dikemas dengan konsep Leader Talk.
Irna menjelaskan, para keynote speaker seperti Menteri Perpelancongan dan Kebudayaan, Direktur Facebook Asia Pasifik, Digital Manajer Google Asia Pasifik, dan lain-lain, memaparkan materi tentang leadership, emerging youth, youth in parliament, dan lain sebagainya.
Adapun dalam sesi Fokus Group Discussion (FGD) dan presentasi yang mengangkat tema besar problem solving, Irna memaparkan, setiap kelompok mengangkat masalah nasional dan masalah internasional. Selanjutnya mereka memberikan solusi dengan memaparkan strateginya di depan speaker dan juga di depan para delegasi dari negara-negara Asia Pasifik.
“Selain seminar dan FGD, kegiatan ini juga menampilkan cultural night yaitu performance kebudayaan dari masing-masing negara.” tutupnya.(*)
Baca juga : Olimpiade Dakwah 5, Bukti Dakwah Tak Hanya di Mimbar
//










