INIPASTI.COM, Para ilmuwan telah menemukan mikroba yang sepenuhnya melindungi nyamuk dari infeksi malaria. Sebagaimana laporan James Gallagher dikutip dari BBC.co.uk.
Tim di Kenya dan Inggris mengatakan temuan itu memiliki “potensi besar” untuk mengendalikan penyakit ini.
Malaria disebarkan oleh gigitan nyamuk yang terinfeksi, jadi melindungi nyamuk dari infeksi bisa melindungi orang.
Para peneliti sekarang sedang menyelidiki apakah mereka dapat melepaskan nyamuk yang terinfeksi ke alam liar, atau menggunakan spora untuk menekan penyakit.
Mikroba Apa Ini?
Mikroba yang memblokir malaria, Microsporidia MB, ditemukan dengan mempelajari nyamuk di tepi Danau Victoria di Kenya. Mikroba itu hidup di usus dan alat kelamin serangga.
Para peneliti tidak dapat menemukan satu pun nyamuk yang memiliki Microsporidia yang menyembunyikan parasit malaria. Dan percobaan laboratorium, yang diterbitkan di Nature Communications, mengkonfirmasi bahwa mikroba tersebut mencegah nyamuk terinfeksi malaria.
Microsporidias adalah jamur, atau setidaknya berkaitan erat dengan mereka, dan sebagian besar bersifat parasit.
Namun, spesies baru ini mungkin bermanfaat bagi nyamuk dan secara alami ditemukan sekitar 5% dari serangga yang diteliti.
Seberapa Besar Arti Penemuan Itu?
“Data yang sejauh ini kami temukan menunjukkan bahwa mikroba itu 100% menghalangi, di mana mikroba itu dengan sangat kuat menghalagi infeksi malaria,” kata Dr Jeremy Herren, dari Pusat Internasional Fisiologi dan Ekologi Serangga (icipe) di Kenya kepada BBC.
Dia menambahkan: “Hal itu mrupakan penemuan yang menjadi kejutan. Saya pikir orang-orang akan menganggap itu terobosan besar.”
Lebih dari 400.000 orang terbunuh oleh malaria setiap tahun, kebanyakan dari mereka adalah anak-anak di bawah usia lima tahun.
Sementara kemajuan besar telah dibuat melalui penggunaan kelambu dan menyemprot rumah dengan insektisida, namun hal itu telah terhenti dalam beberapa tahun terakhir. Secara luas disepakati alat-alat baru diperlukan untuk mengatasi malaria.
Bagaimana Miikroba Menghentikan Malaria?
Beberapa detail masih perlu dikerjakan.
Tetapi Microsporidia MB bisa menjadi faktor utama sistem kekebalan nyamuk, sehingga lebih mampu melawan infeksi.
Atau keberadaan mikroba dalam serangga bisa memiliki efek yang besar pada metabolisme nyamuk, membuatnya tidak dapat dihuni parasit malaria.
Infeksi Microsporidia MB tampaknya bersifat seumur hidup. Itu berarti percobaan menunjukkan bahwa mereka menjadi lebih kuat, sehingga efek pemblokiran malaria akan bertahan lama.
Kapan Mikroba Ini Dapat Digunakan untuk Melawan Malaria?
Paling tidak, 40% nyamuk di suatu daerah perlu terinfeksi dengan Microsporidia untuk menimbulkan kerusakan yang signifikan pada malaria.
Mikroba dapat ditularkan di antara nyamuk dewasa dan juga ditularkan dari betina ke anaknya.
Jadi, para peneliti sedang menyelidiki dua strategi utama untuk meningkatkan jumlah nyamuk yang terinfeksi.
Microsporidia membentuk spora yang dapat dilepaskan secara massal untuk menginfeksi nyamuk
Nyamuk jantan (yang tidak menggigit) dapat terinfeksi di laboratorium dan dilepaskan ke alam liar untuk menginfeksi betina ketika mereka berhubungan seks.
“Ini adalah penemuan baru. Kami sangat gembira dengan potensinya untuk pengendalian malaria. Penemuan ini memiliki potensi yang sangat besar,” Prof Steven Sinkins, dari MRC-University of Glasgow Centre for Virus Research, mengatakan kepada BBC.
Konsep pengendalian penyakit menggunakan mikroba ini pernah terjadi sebelumnya. Suatu jenis bakteri yang disebut Wolbachia telah terbukti mempersulit nyamuk untuk menyebarkan demam berdarah dalam percobaan dunia nyata.
Sekutu bakteri membuat kasus demam berdarah menyelam
Jamur GM dengan cepat membunuh 99% nyamuk malaria
Apa yang Terjadi Selanjutnya?
Para ilmuwan perlu memahami bagaimana mikroba tersebut menyebar, sehingga mereka berencana untuk melakukan lebih banyak pengujian di Kenya.
Namun, pendekatan ini relatif tidak kontroversial karena spesies ini sudah ditemukan pada nyamuk liar, bukan menciptakan sesuatu yang baru.
Mikroba itu juga tidak akan membunuh nyamuk, jadi tidak akan berdampak pada ekosistem yang bergantung pada mereka sebagai makanan. Ini adalah bagian dari strategi lain seperti jamur pembunuh yang hampir dapat sepenuhnya menghancurkan populasi nyamuk dalam beberapa minggu.
(AR)










