“Kalau kita tidak pernah mencoba, kita tidak pernah tahu batas kemampuan kita,”
Sepenggal kalimat inilah yang selalu terlintas ketika mengenang sosok Almarhum Danial Rahim. Bagiku beliau tidak hanya seorang Dosen, lebih dari itu, beliau sahabat sekaligus pembimbing yang baik.
Beliau selalu bisa melihat yang terbaik dari setiap mahasiswanya, selalu mampu membaca potensi yang kadang tidak disadari orang lain. Lalu dengan sabar, menyakinkan dan mendorong mahasiswanya untuk mencapai yang terbaik.
Beliau juga sosok dosen dan peneliti yang brilian dengan spesifikasi ilmu yang tidak biasa, potivirus. Saya mengenang bagaimana beliau dengan tekun menumbuhkan tanaman, dan menginjeksikan sendiri virus yang ia teliti. Lalu dengan sabar mengamatinya sendiri.
Beliau juga tidak pernah pelit berbagi ilmu. Turun tangan memberi contoh kepada peneliti-peneliti baru, mengawasi bagaimana mereka melakukannya sendiri, dan ketika menganggap mereka sudah mahir, memberi kepercayaan agar mereka bisa melakukannya sendiri.
Beliau memberi kepercayaan dan membuka pintu-pintu kesempatan bagi para siswanya. Kami kehilangan sosok brilian berdedikasi yang percaya dan mendorong kami menjadi yang terbaik yang mungkin kami capai.
Penulis: Amanda Patappari Firmansyah, SP MP
Mahasiswa bimbingan Almarhum










