Indonesia Sudah Siap, Jika Perang Meletus di Laut China Selatan

foto: inipasti.com

INIPASTI.COM – Sengketa Indo-Pasifik semakin mengalami ketegangan, yang paling anyar pasukan Coastguard milik China diberikan akses untuk menembaki setiap armada asing yang memasuki wilayahnya.

Kemudian situasi semakin bertambah panas setelah pasukan Amerika dan sekutu merapat ke Laut China selatan.

Inline Ad

Hal ini dinilai dapat memicu perang dunia III, meskipun selama setahun terakhir ini belum ada konflik yang benar-benar tegang terutama konflik yang melibatkan Indonesia.

Kendati demikian Indonesia sudah mempersiapkan segala hal jika sewaktu-waktu perang meledak walaupun tidak berpengaruh.

Persiapan Indonesia ditandai dengan mempersenjatai pulau Natuna.

Saat ini Pulau Natuna dijaga ketat oleh tiga angkatan bersenjata yang tergabung dalam batalyon Komposit yakni dari TNI AD, TNI AL, TNI AU.

Setiap periode anggaran belanja persenjataan atau alutsista TNI semakin meningkat hal ini membuat was-was pasukan negara lain.

Pembangunan Infrastruktur telah usai maka isian ‘alat penggebuk’ mulai disuntikkan ke Natuna.

Dengan gelontoran anggaran besar jelas Alutsista yang ditempatkan di Pulau Natuna tak main-main.

Baca Juga:  Iran Retas Situs Resmi Pemerintah Amerika Serikat, Hacker Iran: Masih Berlanjut

Untuk memantau kawasan Natuna dan Laut China selatan maka disiagakan Armada tempur seperti KRI Ukuran raksasa sekelas Fregat Bung Tomo Class, dan Korvet Diponegoro Class,

Rencananya juga akan ditempatkan kapal selam di Kepulauan Natuna untuk menanggulangi peperangan di bawah laut.

Seperti pantauan intisari.grid.id .
Belum selesai sampai di situ, rencananya di Natuna juga akan ditempatkan satu skadron pesawat tempur untuk melakukan operasi patroli udara berkemampuan Maritime Strike.

Pesawat tempurnya pun merupakan kelas wahid macam F-16 C/D Block 52ID dan Sukhoi Su-27/30 milik TNI AU.

Masih ada lagi penambahan pasukan elite tiga matra milik TNI yaitu Marinir, Paskhas dan Konstrad.

Di Natuna juga disiagakan berbagai macam radar penjejak agar dapat mengetahui jika ada unsur asing yang menyelonong masuk ke teritori Indonesia tanpa izin bahkan pesawat siluman/ jet tempur pun bakal terdeteksi jika mencoba melakukan pelanggaran.

Baca Juga:  Tercatat 1.020 Sembuh dari Virus Corona, China Ucap Terima Kasih ke Indonesia

Perkuatan Natuna dimaksudkan sebagai unsur penangkal dengan jargon ‘gebuk duluan sebelum masuk’ dalam artian cegah dulu jauh di luar sebelum masuk ke teritori Indonesia.

Tentu dijadikannya Natuna sebagai pangkalan militer pemukul terdepan TNI di bagian utara Indonesia membuat banyak negara was-was.

Salah satunya ialah Malaysia yang sudah panik bukan main karena kekuatan TNI di Natuna bisa memenggal/membelah negara mereka menjadi dua bagian.

Posisi Natuna berada di tengah antara Semenanjung Malaysia serta Sabah dan Sarawak.

Maka mau tak mau jika ada pesawat atau kapal laut baik akan dan ke Semenanjung-Sabah & Sarawak, maka harus mendapat clearance dari pihak Indonesia.

Jika Indonesia hendak jahat, bisa saja jalur antara Semenanjung- Sarawak diblokade untuk mengurung salah satu wilayah negara Malaysia itu.

Jika nekat terobos tanpa izin maka siap-siap saja terima akibatnya.

Perkuatan di Natuna masih terus berlanjut dan di sana nantinya akan ditempatkan peralatan tempur kelas satu nan canggih milik TNI untuk menghadapi segala bentuk ancaman yang menganggu kedaulatan Indonesia.

Baca Juga:  Jatim Juara Umum Jambore Tagana

//Limindo

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.