INIPASTI.COM, JAKARTA – Tekanan inflasi sepanjang Januari hingga Juli 2016 1,76 persen. Sementara tingkat inflasi tahun ke tahun (Juli 2016 terhadap Juli 2015 sebesar 3,21 persen. Ini menunjukkan inflasi pada 2016 sedikit mengalami kenaikan, meskipun masih berada dalam toleransi yang positif, untuk memicu peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional.
Sedangkan inflasi pada Juli 2016 terjadi inflasi sebesar 0,69 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 125,15. Dari 82 kota IHK, 78 kota mengalami inflasi dan 4 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan 2,34 persen dengan IHK 133,37 dan terendah terjadi di Gorontalo 0,06 persen dengan IHK 121,72. Sedangkan, deflasi tertinggi terjadi di Jayapura 1,10 persen dengan IHK 126,38 dan terendah terjadi di Maumere 0,05 persen dengan IHK 117,41, demikian rilis BPS 2016.
Menurut BPS 2016, dugaan yang paling mungkin yang menyebabkan inflasi, karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan 1,12 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,54 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,24 persen; kelompok sandang 0,44 persen; kelompok kesehatan 0,37 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,51 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 1,22 persen.
Komponen inti pada Juli 2016 mengalami inflasi sebesar 0,34 persen; tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Juli) 2016 sebesar 1,88 persen; dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Juli 2016 terhadap Juli 2015) sebesar 3,49 persen. Papar BPS 2016.










