INIPASTI.COM, JAKARTA- Kabar gembira dari vaksin untuk melawan Coronavirus. Berita positif soal keberhasilan uji klinis pertama vaksin Covid-19 mengangkat saham sejumlah emiten yang terpukul karena pandemi seperti penerbangan dan hotel.
Moderna berasal dari perusahaan bioteknologi asal Amerika Serikat (AS), melaporkan hasil positif dalam uji klinis pertama vaksin virus corona baru mereka terhadap sejumlah sukarelawan.
Vaksin bertajuk mRNA-1273 menghasilkan respons kekebalan terhadap delapan orang yang menerimanya. Hanya, hasil lengkap dari tes fase pertama dalam pengembangan vaksin yang melibatkan 45 peserta belum diketahui.
“Vaksin pada umumnya aman dan ditoleransi dengan baik,” kata Moderna dalam sebuah pernyataan, Senin (15/8), seperti dilansir Channelnewsasia.com.
Halaman dari National Institutes of Health, sebuah lembaga di dalam Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan, telah bekerja dengan cepat dengan perusahaan biotek Moderna untuk mengembangkan vaksin COVID-19.
Perusahaan memulai percobaan manusia fase 1 pertama pada Maret dengan 45 sukarelawan, dan telah disetujui untuk segera memulai fase 2, yang akan melakukan pengujian kepada 600 orang pada akhir Mei atau Juni. Jika semuanya berjalan dengan baik, vaksinnya dapat diproduksi pada awal Juli mendatang.
Vaksin potensial Moderna mengandung bahan genetik yang disebut messenger RNA, atau mRNA. MRNA adalah kode genetik yang memberi tahu sel cara membuat protein dan ditemukan di lapisan luar coronavirus baru, menurut para peneliti di Kaiser Permanente Washington Health Research Institute.
MRNA menginstruksikan mekanisme seluler tubuh sendiri untuk membuat protein yang meniru protein virus, sehingga menghasilkan respons imun.
CNBC Internasional melaporkan, atas keberhasilan uji coba pertama tersebut saham Moderna langsung terbang 30% dalam pre-market trading di AS.
Washington Post melaporkan tambahan, Moderna segera meluncurkan uji klinis besar pada bulan Juli yang bertujuan untuk menunjukkan apakah vaksin itu berfungsi.
Reli ini menyusul rilis pers perusahaan bioteknologi Moderna AS yang melaporkan hasil positif tes pertama vaksin COVID-19. Uji coba fase terakhir yakni tes ke-3 baru akan dilakukan pada Juli.
Saham Moderna sendiri melonjak 20%. Sementara saham maskapai penerbangan seperti Unites Airlines naik 21,1%.
Dikutip dari AFP, analis mengatakan selain hasil positif vaksin, ada sejumlah hal lain yang mempengaruhi bursa. “Langkah AS membuka kembali ekonomi dan ramalan Gubernur The Fed kalau penurunan ekonomi tidak akan seburuk krisis ‘Great Depression’ menjadi sebab,” tulis media itu.










