INIPASTI.COM, MAKASSAR – Raut kebahagiaan terlihat jelas pada wajah pasangan suami istri (Pasutri) asal Kabupaten Wajo ini. Betapa tidak, pada usia pernikahan mereka yang belum cukup setahun, Pasutri tersebut mendapat panggilan Allah untuk menunaikan ibadah haji. Seakan keduanya diberi kesempatan untuk berbulan madu dengan melaksanakan rukun Islam yang kelima itu.
“Alhamdulillah, saya bersyukur sekali bisa kembali berangkat ke tanah suci dan kali ini bersama istri saya,” ujar Jemaah Calon Haji (JCH) asal Wajo, Muhammad Yunus Datte (21) saat ditemui oleh tim inipasti.com pada Pelepasan JCH Kloter 34 Embarkasi Makassar di aula III Asrama Haji Sudiang, Jum’at, (25/6/2017).
Yunus yang juga sudah pernah berhaji pada tahun 2014 lalu mengatakan bahwa usia pernikahanya baru 10 bulan. Ia mempersunting Hardianti Bakri Tansi (19) pada 23 Oktober 2016 lalu. Alumni Fakultas Ushuluddin, UIN Alauddin itu pun berharap ibadah haji yang mereka laksanakan ini membawa keberkahan tersendiri bagi pernikahannya.
Sementara itu, istrinya, Hardianti menyatakan kesyukurannya yang amat besar kepada Allah SWT. Selain karena bisa berangkat bersama suami, ia juga berangkat haji pada usia yang masih muda. Ia mengaku bahwa dirinya didaftarkan sebagai calon jemaah haji di Kemenag Wajo pada tahun 2009 oleh kedua orangtuanya.
“Saya didaftarkan oleh orangtua saya sebelum saya menikah. Saya juga dulu belum kenal sama suami saya ini. Tapi alhamdulilah atas izin Allah, kami bisa berangkat bersama tahun ini tanpa kamu pernah bayangkan sedikit pun,” ujarnya.
Pasutri yang meneruskan usaha orangtua mereka itu pun berharap agar ibadah haji ini bisa membawa kepada hal yang lebih positif. “Semoga menjadi lebih baik lagi dan semoga kami bisa melanjutkan usaha orangtua kami sebagai pengusaha pada bidang travel haji dan umrah,” doanya.
Mereka pun sedikit bercerita tentang Yayasan Musdalifah Mandiri. Yayasan tersebut merupakan yayasan yang membawahi Travel Musdalifah. Yayasan itu dinahkodainya oleh kakek Hardiyanti, H Ali (70). Sementara, almarhum H Datte, ayah dari Yunus semasa hidupnya menjadi bendahara.
“Ayah meninggal pada tahun 2016 lalu. Makanya kami berdua insya Allah akan lanjutkan usaha orangtua kami ini,” ucapnya.
Seperti JCH lainnya, mereka sangat berharap meraih predikat haji mabrur. Pasutri asal Wajo itu pun telah bertolak ke Jeddah pada Jum’at, (26/8/2017) pukul 09.02 Wita. Keduanya tergabung dalam Kloter 34 Embarkasi Makassar yang terdiri dari JCH asal Wajo, Makassar, Bulukumba, Sidrap, Pangkep dan Gorontalo. (Sule).










