INIPASTI.COM, MAKASSAR – Stigma masyarakat bahwa setelah menikah rezeki akan lebih mengalir lagi itu berlaku pada diri Nurdin. Sebelum menikah, pria bernama lengkap Nurdin Kado Kada (43) itu belum mendapatkan pekerjaan. Sejak menikah dengan Hj Maswati Lakong (45) pada tahun 1997, ia pun mencari penghasilan agar bisa menghidupi sang istri tercinta.
Beberapa hari setelah pernikahannya, ia pun memutuskan untuk menjadi tukang ojek. Saat itu ia masih berdomisili di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Selain untuk membiayai keluarga dengan penghasilannya sebagai tukang ojek, ia bertekad agar bisa menunaikan ibadah haji. Sadar bahwa penghasilannya tidak seberapa, ia pun menjadi perintis ojek di kabupaten tersebut.
“Sejak tahun 1998 itu, saya sudah berniat naik haji. Makanya saya rintis ojek. Saat itu belum ada yang mengojek di Sidrap,” jelasnya saat ditemui oleh tim inipasti.com di Asrama Haji Sudiang, Senin, (21/8/2017).
Dari hasil ngojek itu, beberapa bulan kemudian ia bersama sang istri tercinta membuka usaha rias pengantin. Waktu itu ia hanya bermodalkan Rp.2,5 juta. Tahun demi tahun berlalu, namun tabungan hajinya pun belum mencukupi untuk mendaftarkan diri di Kementerian Agama (Kemenag). Ayah 2 orang anak ini pun memutuskan membuka usaha meubel di tahun 2003. Ia bahkan hijrah ke Kabupaten Mamasa Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).
“Dari usaha meubel Jepara itu saya nafkahi istri dan kedua anak saya. Sebagian juga saya sisihkan untuk tambah-tambah tabungan agar bisa mendaftar haji,” jelasnya.
Setelah belasan tahun menabung, akhirnya tabungannya pun cukup pada tahun 2012. Bahkan tak hanya untuk seorang, ia juga mendaftarkan anak pertamanya, Deasy Ramadhani Nurdin (18). Mereka pun mendaftarkan diri sebagai Calon Jemaah Haji (CJH) di Kemenag Mamasa. Namun, penantian pria kelahiran Sengkang, 5 Mei 1974 ini belum usai. Ia masih harus mengantri bertahun-tahun.
Lima tahun kemudian, tepatnya di tahun 2017 ini, mereka berdua pun mendapatkan panggilan dari Kemenag Mamasa, menyusul sang istri yang sudah berangkat haji setahun sebelumnya. Ia pun sedikit bercerita tentang kerinduannya untuk berkunjung ke Baitullah.
Sebagai seorang muslim yang taat, ia sangat ingin menyempurnakan keislamannya. Ia bahkan mengaku menggerakkan keluarga dan kerabatnya untuk juga ikut mendaftar sebagai (CJH). Ia pun berhasil menyakinkan 14 keluarga dan kerabatnya.
“Saya yang ajak mereka untuk juga daftar haji. Mumpung waktu itu itu masih murah dan masih 5 tahun daftar tunggu haji. Alhamdulillah, tahun ini saya bersama 16 keluarga lainnya berangkat,” ceritanya.
Ia menyebutkan bahwa pada Kelompok Terbang (Kloter) 28 Embarkasi Makassar ia berangkat bersama sepupu, ponakan, ipar dan kerabat lainnya. Sejak Selasa, 22 Agustus kemarin mereka pun sudah berada di Arab Saudi.
Tak berhenti sampai di situ, sepulang dari tanah suci, ia berniat akan mendaftarkan anak keduanya Resky Fauzan (14) di Kemenag Mamasa. “Kalau pulang nanti dari berhaji, saya rencana akan daftarkan anak kedua saya. Ada juga 7 keluarga mau daftar tahun ini,” tutupnya. (Sule).










