INIPASTI.COM, MAKASSAR – Proses pemberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) di Embarkasi Makassar sudah memasuki Gelombang Kedua. Kelompok Terbang (Kloter) 19 yang merupakan Kloter pertama di Gelombang Kedua ini pun telah diterima secara resmi oleh PPIH Embarkasi Makassar. Saat proses serah terima itu terungkap bahwa pada Kloter yang keseluruhannya dari Kota Kendari ini terdapat beberapa pejabat daerah.
Setelah dikonfirmasi kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Moch Saleh Lasata mengiyakan hal tersebut. Di mana diketahui pada Kloter 19 Embarkasi Makassar ini, di antara 449 JCH ada Ketua DPRD Sultra, ada istri Gubernur non aktif, Dandim dan sebagainya. Namun, ia mengatakan pihaknya tak memberikan perlakuan khusus kepada para pejabat ini.
“Tak ada perlakuan khusus, semua sama. Mereka kan jemaah juga seperti yang lain. Mereka bayar juga sama seperti jemaah lainnya,” jelasnya saat ditemui tim inipasti.com di aula II Asrama Haji Sudiang, Sabtu, (12/8/2017).
Ia mengungkapkan bahwa para pejabat tersebut mengaku memilih haji reguler karena ingin merasakan suka duka JCH yang lain. “Seperti ibu Tina (Istri Gubernur Sultra nonaktif,red) saya tanya kenapa tidak ambil ONH Plus, ia katakan ia ingin rasakan bagaimana suka dukanya jadi jemaah biasa,” ungkapnya.
Selain bertabur pejabat, rombongan JCH ini juga memiliki banyak Tim Pendamping Haji Daerah (TPHD). Tampak saat perkenalan, 7 TPHD yang ditampilkan di hadapan JCH. Di mana pada Kloter-kloter sebelumnya, biasanya hanya 2-3 orang per kabupaten/kota.
Diketahui, Provinsi Sultra tahun ini memberangkatkan 2.022 JCH. Ribuan JCH tersebut terbagi ke dalam 5 Kloter. 449 JCH Kloter 19, 450 JCH Kloter 20, 450 JCH Kloter 21, 450 JCH Kloter 22, dan 223 Kloter 23. Untuk Kloter 19 ini sejatinya 450 JCH, namun dikabarkan 1 JCH meninggal dunia sehari sebelum pemberangkatan di Kendari. (Sule)










