INIPASTI.COM, MAKASSAR – Sudah menjadi tradisi setiap musim haji. Jemaah Calon Haji (JCH) pasti membawa bekal makanan dari daerah masing-masing. Seperti halnya pada JCH yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 20 Embarkasi Makassar. Namun, mereka diimbau oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar agar tidak memakan makanan yang dibawa dari dari daerah.
“Untuk yang bawa makanan dari Sultra (Sulawesi Tenggara,red) tidak usah dimakan di sini. Kami sudah sediakan konsumsi 3 kali sehari plus Snack 2 kali,” seru Yuspiani mewakili PPIH Embarkasi Makassar saat penerimaan JCH Kloter 20 di Aula II Asrama Haji Sudiang, Minggu, (13/8/2017).
Yuspiani menekankan bahwa makanan yang dibawa dari daerah bisa saja tidak steril lagi. Di mana menurutnya hal itu akan membawa penyakit bagi para JCH. Jika sakit, tentunya kata dia maka bisa saja akan ditunda keberangkatannya atau malah batal berangkat.
Selain makanan, ia juga menyampaikan pada JCH yang keseluruhan merupakan JCH asal Sultra ini agar melaporkan jika ada yang membawa obat-obatan. “Obat yang dibawa dari Sultra harus di laporkan ke petugas kesehatan haji. Karena jangan sampai seperti kemarin ada yang over dosis. Minum obat dari dokter, juga minum obat yang dibawa sendiri,” tegasnya.
Diketahui, JCH Kloter 20 ini berasal dari 6 kabupaten/kota di Provinsi Sultra. Diantaranya, Kota Kendari, Kabupaten Konawe, Kabupaten Konawe Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara, Kabupaten Muna Barat, dan Kabupaten Buton Selatan. 450 JCH ini dijadwalkan akan bertolak ke Mekkah pada Senin, 14 Agustus pukul 21.45 Wita. (Sule)










