INIPASTI.COM, MAKASSAR – Di antara ratusan Jemaah Calon Haji (JCH) Kelompok Terbang (Kloter) 22 Embarkasi Makassar, terlihat satu JCH yang tampak menggunakan kursi roda. Wajahnya sudah tampak keriput, jumlah giginya pun sudah tidak utuh lagi. Ialah Nenek Sarni (81), JCH asal Kota Bau-bau yang mempunyai keinginan kuat untuk bersujud di depan Ka’bah. Tak lain untuk menyempurnakan agamanya sebagai seorang muslim.
“Saya ingin menyempurnakan agama Islam dan sujud di depan Ka’bah,” ujar nenek bernama lengkap Sarni Kasiban Sarbini saat ditemui inipasti.com di sela-sela penerimaan JCH Kloter 22 Embarkasi Makassar di Aula II Asrama Haji Sudiang, Rabu, (16/8/2017).
Bagi perempuan kelahiran, Jawa 1 Desember 1936 ini, naik haji adalah hal yang mulia namun berat. Penantian selama 7 tahun sejak ia mendaftar di tahun 2010 lalu, baginya sangatlah lama. Ia pun didaftarkan oleh anak bungsunya Suriati (49) sebab sang suami, La Nipa telah meninggal pada 1992 silam.
Kini kondisi fisiknya sudah tidak seperti dulu lagi. 7 tahun menunggu, fisiknya pun semakin rapuh. Ia mengaku masih bisa berjalan namun sudah tidak bisa dalam jarak yang jauh. Tubuhnya pun sudah membungkuk. Badan juga sudah mulai mengerut dan mengecil.
Nenek 8 cucu dan 15 cicit ini pun berharap bisa melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar. Ia dan anak bungsunya akan berangkat menunaikan ibadah haji pada dini hari nanti, Kamis, (17/8/2017).
“Semoga sehat, kuat, tidak ada halangan. Yang terpenting semoga semua cucu saya bisa berangkat semua ke sana,” harapnya. (Sule)










