INIPASTI.COM, MAKASSAR – Kejadian yang tak diduga dialami oleh salah seorang Jemaah Calon Haji (JCH) KBIH Kodam, Muhammad Saleh Patongai. Di saat beberapa langkah lagi ia menaiki bus, ia tiba-tiba dihalangi oleh petugas kesehatan haji Embarkasi Makassar. Ternyata usia vaksinasi Saleh belum cukup 14 hari.
“Dia terlambat melakukan vaksin, jadi vaksinnya belum memenuhi ketentuan yang ada. Kami dari kesehatan hanya menjalankan aturan sesuai Permenkes yang ada,” ujar Ketua Bidang Kesehatan Haji PPIH Embarkasi Makassar, Darmawali Handoko saat dikonfirmasi tim inipasti.com, Sabtu, (19/8/2017)
Menurutnya, hal itu dilakukan sebagai upaya agar JCH tersebut terhindar dari penyakit. Selain menegakkan peraturan, ia mengatakan bahwa dengan begitu JCH tersebut secara tidak langsung diselamatkan dari jutaan macam virus yang tersebar di Arab Saudi.
“Kami bersikukuh melarangnya karena untuk dia juga. Jadi kami di sini ibarat penjaga gawang yang menghalangi gawang agar tidak kebobolan,” tegasnya.
Terkait masalah lolosnya JCH tersebut sampai pada tahap pembagian paspor, Kepala Siskohat Embarkasi Makassar, Solihin menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya ingin memberangkatkan JCH tersebut. Akan tetapi, pihak kesehatan tetap tidak mengizinkan.
“Awalnya kami ingin berangkatkan karena anak dan istri jemaah tersebut juga mengatakan tidak ingin berangkat kalau bapaknya tidak berangkat. Padahal seat pesawat pada Kloter-kloter selanjutnya tidak memungkinkan untuk menyisipkan 3 orang sekaligus. Makanya kami izinkan dulu, tapi pihak kesehatan tetap bersikukuh melarangnya karena memang peraturannya begitu,” urainya.
Diketahui JCH yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 24 tersebut sudah menerima living cost dan mengikuti proses pemberangkatan. Namun saat hendak pembagian paspor ia tidak diloloskan lagi. Istrinya yang sudah berada di atas bus kemudian turun lagi menemani Sang Suami. Pembicaraan yang diwarnai air mata pun berlangsung beberapa menit bersama Solihin.
Setelah beberapa saat, sang istri pun terlihat pamitan ke Muhammad Saleh dengan berlinang air mata. Ternyata, Solihin menjanjikan bahwa Muhammad Saleh nantinya akan berangkat pada Kloter berikutnya dan bisa bertemu anak dan istrinya nanti di Arab Saudi. “Setelah kami beri pengertian kepada ibu itu, akhirnya ia mau berangkat. Kami suruh pilih, mau berangkat duluan nanti suaminya nyusul, atau tunda keberangkatannya tapi kemungkinan nanti tahun depan baru bisa berangkat,” jelas Solihin.
Akhirnya, Sang Istri dan anak Muhammad Saleh pun berangkat tanpanya. Atas kejadian ini, Darmawali Handoko mengimbau kepada JCH ataupun Calon Jemaah Haji (CJH) tahun depan agar senantiasa memperhatikan masalah vaksinasi. “Jangan anggap remeh dan jangan ditunda-tunda vaksin ini. Karena jelas kami tidak akan loloskan kalo tidak sesuai aturan. Masalah vaksin ini memang harus selalu disosialisasikan,” kuncinya. (Sule)










