INIPASTI.COM, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (SYL) akan segera mengakhiri masa jabatannya sebagai orang nomor satu di Sulsel. 8 April nanti, bersama dengan Wakil Gubernur Agus Arifin Nu’mang mereka akan meletakkan jabatannya.
Berbicara tentang sosok Syahrul Yasin Limpo, secara karir Birokrasinya berbagai penghargaan diraihnya selama menjadi Gubernur, bahkan terakhir menerima penghargaan tertinggi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yaitu Astha Brata Madya Utama Pamong Praja, di Kampus IPDN Jatinangor, Jawa Barat, Kami (1/3) lalu.
Kala itu, penghargaan ini diserahkan langsung oleh Gubernur IPDN, Prof Dr Ermaya Suradinata SH MH MS, dalam sebuah Upacara Pedang Pora. Turut hadir, keluarga dan kerabat dari Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan juga para Kepala OPD lingkup Pemprov.
“Astha Bratha Madya Utama Pamong Praja ini adalah sebuah penghargaan yang menyempurnakan seluruh proses panjang dalam perjalanan karir saya. Saya mulai dari kepala desa, lurah, camat, kepala bagian, hingga kemudian satu periode wakil gubernur dan dua periode gubernur,” kata Syahrul saat itu.
Berhasil mengantongi 237 penghargaan nasional dan Internasional. Tak ada satupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov Sulsel tanpa prestasi. Yang paling prestius adalah Pataka Purna Karya Nugraha yang hanya diberikan oleh negara sekali dalam lima tahun, serta penghargaan lainnya
Namun, diluar pencapaian tersebut selama 10 tahun, mantan Bupati Gowa ini nantinya ingin dikenang bukan dari prestasinya tapi apa yang telah di perbuatnya. Beberapa waktu lalu, melalui salah satu group Whatshapp, di mana terupload satu foto yang menggambarkan suasana pada HUT ke -58 kabupaten Pangkep, Sebuah kalimat dibawahnya pun tertulis
“Aku akan di kenang, bukan karena prestasi dan jabatan. Bukan juga karena keluargaku tetapi karena apa yang telah kuperbuat untuk rakyatku,” tulis Syahrul.
Tak lupa ia menambah tulisan dibawahnya Syahrul Yasin Limpo 2007-2018.Dalam foto tersebut, nampak mimik muka yang sedikit serius dari Gubernur dua periode ini.
Selama menjabat sebagai Gubernur, bukan cuma prestasi yang dihasilkan, dirinya memperlihatkan mampu membawa Sulsel menjadi daerah yang berkembang, dengan pertumbuhan ekonomi diatas rata-rata 7 persen. Menjaga ketersediaan bahan pokok, harga yang tetap stabil.
Selain itu menghadirkan peradan baru di Sulsel, seperti Kereta Api, yang selama ini masyarakat hanya bisa melihatnya melalui televisi dan juga lagu. Infrastruktur jalan seperti Simpang Lima Sayang, pembangunan jalan layang Maros-Bone yang saat ini tahap satu ditarget rampung saat ramadan nanti.
(Iin Nurfahraeni)










