INIPASTI.COM, MAKASSAR – Hikmawati, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, bakal mewakili Sulsel ke Austria. Hal itu dia dapatkan setelah berhasil meraih beasiswa Vienna International Christian-Islamic Summer University (VICISU) Summer Course, di Wina Austria.
VICISU adalah program pendidikan selama satu bulan di musim panas yang bertujuan menyatukan mahasiswa dan profesor dari universitas yang tersebar di lima benua. Kegiatan ini merupakan bagian dari “Wina International Christian-Islamic Round Table” (VICIRoTa), di mana akademisi dari berbagai bidang seperti hukum, teologi dan ilmu-ilmu sosial, berkumpul untuk membahas isu global.
Program ini mendatangkan 40 mahasiswa dari universitas di 15 negara Eropa dan non-Eropa yang berbeda seperti Afghanistan, Mesir, Jerman, Indonesia, Iran, Lebanon, Maroko, Oman, Pakistan, Swiss, Palestina, Rumania, Saudi Arabia, Turki dan Austria. Selanjutnya, mereka akan berpartisipasi dalam VICISU 2016.
Hikmawati lolos setelah berhasil menyisihkan kurang lebih 7000 peserta lain yang mengikuti seleksi.
Awalnya, Hikmawati mengaku ragu bisa lolos di tahap pertama, melihat banyak peserta yang memiliki mencapai IPK 4.0. Padahal dia sendiri punya IPK hanya hanya mencapai 3.7.
“Short list pertama sebanyak 257, ternyata skor saya tertinggi di Sulawesi,” ungkap Hikma.
Pada tahap kedua wawancara, terseleksi menjadi 30 peserta dan Hikma masih tersaing di dalamnya. Ketigapuluh berkas pesert yang lolos seleksi itu, kembali mengalami seleksi yang lebih ketat, hingga dipilih 12 berkas yang dapat mengikuti seleksi lanjutan di Yogyakarta.
Di kota Gudeg ini, terpilih empat peserta terbaik. Namun hanya satu yang akan berangkat.
Tak heran bila panitia sempat kebingungan untuk memilih di antara peserta yang dianggap paling berpotensi. Bahkan panitia berharap keempat peserta itu lolos dan layak diberangkatkan.
Hikma menjelaskan, ada empat orang yang meraih beasiswa VICISU 2016, masang-masing dari Yogyakarta, Bengkulu, Jakarta dan Makassar yang diwakili oleh Hikmah.
“Masih tak percaya. Bagaimana tidak, saingan saya hebat-hebat semua! Wawasannya luas dan speaking (bahasa Inggris)-nya bagus-bagus meski bukan dari pendidikan Bahasa Inggris,” ujar mahaasiswa UIN ini.










