INIPASTI.COM, MAKASSAR – Maraknya pungutan liar yang terjadi di Sulawesi Selatan, terutama di beberapa instansi, membuat Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sulawesi Selatan menggunakan ‘mata-mata’. Si pengintai ini akan berada di sejumlah kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Makassar.
Si pengintai tersebut berwujud CCTV. Instruksi Presiden RI Joko Widodo mengenai pelayanan maksimal kepada masyarakat tanpa pungli, diimplementasikan dengan memasang CCTV atau kamera pengintai.
Sekretaris Dispenda Sulsel Muhammad Hatta mengatakan, pihaknya selalu senantiasa memberikan pelayanan terbaik, tanpa adanya pungli dan percaloan. Bahkan pihaknya sudah melakukan pencegahan pungli dengan memasang CCTV di titik-titik rawan transaksi antara petugas Samsat dan wajib pajak.
Beberapa titik tersebut, antara lain; di ruang pelayanan loket, penyerahan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), dan area cek fisik kendaraan.
Hatta menyebutkan, area ini sangat rawan transaksi gelap oleh oknum yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadinya. “Kami pasangi CCTV sehingga memudahkan pemantauan oleh para pejabat Samsat, dan mereka bisa mengakses melalui smartphonenya meski sedang tidak berada di dalam area kantor,” katanya dalam rilis, Kamis (24/11).
Ia menambahkan, saat ini Samsat Sulsel juga dijaga oleh provost yang akan mencegah anggota Polri yang bertugas di Samsat melakukan pungli. Selain itu, pihaknya juga memberikan pelayanan maksimal kepada wajib pajak. Pelayanan maksimal ini diwujudkan dalam bentuk Samsat Makassar, Gowa, dan Maros tetap buka pada hari Sabtu.
“Pekerja yang hanya mempunyai waktu luang di hari Sabtu dapat mengunjungi Samsat terdekat untuk membayar pajak. Saat ini membayar pajak cukup mudah, hanya menghabiskan waktu beberapa menit saja asal berkasnya lengkap,” ujar Hatta.(*)
Baca juga : Wakapolda Sulsel: Jika Ada Anggota Polri Pungli, Laporkan!
//










