INIPASTI.COM, MAKASSAR – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Sulsel, Abd Wahid Thahir menegaskan bahwa tugas ASN lingkup Kemenag adalah mendekatkan umat pada agamanya. Menurutnya, jika itu tercapai maka bangsa Indonesia juga akan lebih maju. Hal itu ia sampaikan pada Pembinaan Pengurus Vihara/Cetiya/Klenteng se-Sulsel di Whiz Prime Hotel Makassar.
“Salah satu amanah negara atau rakyat Indonesia kepada Kementerian Agama, termasuk di dalamnya Pembimas Buddha, adalah bagaimana memastikan umat kita semakin dekat dengan ajaran agamanya, karena bila ini terjadi maka umat kita akan menjadi penyumbang terbesar bagi kemajuan bangsa kita,” ujarnya.
Wahid Thahir pun berbagi tips untuk mencapai hal tersebut. Ia mengatakan bahwa wawasan para pengurus rumah ibadah dan lembaga kearsipan harus lebih luas dibandingkan masyarakat itu sendiri.
“Di sinilah tugas kita selaku pengurus rumah ibadah dan lembaga keagamaan yakni bagaimana memastikan umat kita bisa dan mau melaksanakan ibadah dengan baik dan nyaman. Untuk mencapai target tersebut, maka pengurus rumah ibadah harus memiliki pemahaman dan wawasan yang luas serta manajemen yang profesional,” tambah Wahid Thahir.
Namun, ia tak menampik adanya kendala yang bakal dihadapi oleh para pengurus rumah ibadah tersebut. “Masalah yang sering dihadapi dalam mengurus rumah ibadah adalah masalah internal antar pengurus dan manajemen yang kurang baik. Olehnya itu, ada baiknya kekompakan dan keakraban antar pengurus harus diutamakan untuk diselesaikan,” tegasnya.
Setelah konflik internal terselesaikan, menurutnya, barulah pengurus rumah ibadah memastikan pengelolaan secara fisik dan kualitas atau mutu pelayanan. Kalau perlu, katanya, sarana Rumah ibadah selain dipercantik, juga dilengkapi dengan prasarana lainnya yang bisa mendatangkan manfaat dan rasa nyaman bagi umat. Misalnya klinik kesehatan, koperasi, perpustakaan, dan lainnya.
Kakanwil juga berharap banyak kepada umat Buddha, khususnya yang ada di Sulsel, untuk membantu pemerintah dan Kementerian Agama dalam menjaga dan merawat keberagamaan dan keberagaman. Hal itu tak lain dan tak bukan agar kondisi Sulsel semakin kondusif, aman dan rukun.
Diketahui, Kegiatan Pembinaan Pengurus Vihara/Cetiya/Klenteng se-Sulsel ini akan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari. Kegiatan ini berlangsung sejak tanggal 16 Maret kemarin dan akan berakhir pada 18 Maret 2018 besok.
Kegiatan ini diikuti sebanyak 50 orang peserta yang berasal dari pimpinan dan pengurus Vihara/Cetiya/Klenteng Buddha kabupaten/kota se-Sulsel. Hadir juga dari Ditjen Bimas Buddha Kemenag RI yang diwakili oleh Kasubdit kelembagaan, Karsan dan Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Sulsel I Ketut Sukanata. (*)










