INIPASTI.COM, BOLA – Naik turun harga pemain pada saat bursa transfer itu adalah hal yang lazim, tetapi sejauh ini selama sejarah sepak bola modern berlangsung, baru musim ini harga pemain mengalami kekacauan terbesar, krisis finansial menyerang persepakbolaan Eropa.
Kekacauan yang disebabkan Virus Corona membuat agen-agen penjualan pemain sulit untuk menerka harga pasaran, biasanya nilai jual seorang pemain akan dilihat pada prestasi dan pencapaiannya dengan klub.
Tetapi sampai sekarang belum ada satupun pemain yang mendapatkan prestasi dan gelar apapun bersama klub yang dibelanya akibat kompetisi dihentikan lantaran wabah corona menyerang dunia.
Hal ini ditanggapi oleh salah satu kantor agen sepak bola terbesar di dunia, ‘promoesportagency’ kantor Agen ini sering terlibat dalam menengah dan mewakili pemain sepak bola saat proses negosiasi penjualan pemain di lima liga top Eropa.
Seperti dikutip dari laman berita marca.com, badan agency ini telah melakukan lebih dari 2000 penjualan dan negosiasi pemain, “dunia sepak bola sedang mengalami kesulitan seperti yang terjadi pada tahun 2008 silam,” kata Direktur Promoespotr, Rodri Baster.
“Sekarang yang paling berpengaruh adalah klub yang bertindak sebagai penjual, entah itu menjual pemain untuk terus bertahan hidup akibat krisis ini, atau menjual pemain untuk mendapat suntikan dana segar. Tetapi yang jelas dunia sepak bola dalam keadaan kacau yang paling berefek adalah keadaan pasar penjualan pemain,” tutupnya.
-LIMINDO-










