INIPASTI.COM, SURABAYA – Institut Pertanian Bogor (IPB) , salah satu institusi yang diharapkan dapat mendorong tercapainya program pemerintah dalam program swasembada pangan, khususnya kebutuhan daging, maka di tahun 2013 IPB dalam hal ini Fakultas Peternakan IPB memprakarsai terbentuknya peternakan berjamaah melalui Sekolah Peternakan Rakyat (SPR).
Sejak dibentuknya di tahun 2013, maka sekarang ini SPR sudah dikembangkan di 19 titik di beberapa lokasi Indonesia, diantaranya di Sumatera, NTB, Bali dan beberapa provinsi lainnya.Kedepan SPR ini tidak hanya terbatas pada 19 lokasi tetapi diharapkan lebih meluas lagi pengembangannya di seluruh daerah di Indonesia.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat IPB, Dr Ir Prastowo, M.Eng, yang dikonfirmasi inipasti.com usai memberikan materi di acara Internasional Conference on University – Community Engagement di Kampus Universitas Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Kamis (4/8/2016), mengatakan, untuk mewujudkan program ini tercapai tidak mungkin hanya dijalankan sendiri oleh IPB, tetapi diperlukan kolaborasi dengan perguruan tinggi yang ada di seluruh Indonesia.
“Hilangkan kompetisi antar sesama perguruan tinggi, tapi mari membangun kolaborasi antar sesama perguruan tinggi, dengan bersama-sama membangun pertanian di Indonesia menjadi lebih optimum dan modern,”tandas Prastowo.
Dikatakan untuk peternakan berjamaah ini atau sekolah peternakan rakyat, untuk satu lokasi membina minimal 1000 ekor sapi. Disamping itu,mengatur proses pemuliaan ternak, terutama pemilihan bibit unggul yang dikembangkan. Karena hanya dengan bibit sapi yang unggul bisa mendapatkan sapi yang lebih berkualitas.
Agar paradigma masyarakat berubah untuk pengembangan peternakan sapi di Indonesia, empat sekawan harus bergandengan, yakni peternak, perguruan tinggi, peternak yang ada di desa dan pengusaha. Empat sekawan ini diharapkan dapat mengatasi persoalan-persoalan yang kerap dihadapi para peternak sehingga Insya Allah , peternak kedepan menjadi berdaulat.










