Istana Gandeng Raffi Ahmad Jadi Influencer Vaksin, Disorot Nitizen Karena Tak Menghargai Keistimewaan

INIPASTI.COM – Langkah Presiden Jokowi mengajak artis atau influencer seperti Raffi Ahmad untuk ikut divaksin rentan berujung gimik tanpa ada tindak lanjut konkret.

Raffi Ahmad tak sampai 24 jam mendapat sorotan netizen karena kedapatan kumpul/ hang out bersama artis lainnya usai vaksin dan tidak menghargai keistimewaan yang ia dapatkan dari Istana.

Inline Ad

Istana pun akhirnya menegur Raffi. “Sudah diingatkan kembali oleh tim komunikasi covid-19 untuk tetap pakai masker, cuci tangan, jaga jarak,” ujar Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono

Dilansir dilaman CNN, Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra menyatakan, upaya lanjutan yang dibutuhkan saat ini adalah langkah edukasi yang konkret sehingga usaha pemerintah tak sia-sia.

Hermawan menyarankan pemerintah mempertimbangkan masak segmentasi followers atau pengikut para influencer di media sosial mereka masing-masing.

“Memang kehadiran artis seperti Raffi Ahmad dan lain-lain memang ini pencitraan, gimik untuk kalangan tertentu ya. Usaha ini bisa positif dan negatif, bila ingin membuahkan hasil mereka harus concern untuk edukasi,” kata Hermawan saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (13/1/21).

Baca Juga:  Adnan akan 'Sulap' Rumah Sakit Syekh Yusuf

Meski mengapresiasi, Hermawan menilai upaya itu terkesan sia-sia bila tidak ada kelanjutan edukasi kepada masyarakat oleh tokoh-tokoh atau influencer yang dipilih tersebut.

Alih-alih menggaet influencer, Hermawan menilai perwakilan organisasi kesehatan dan organisasi masyarakat menurutnya telah cukup bila dimaksimalkan dengan matang.

“Ya seharusnya yang lebih penting adalah melihat pakar kesehatan yang diikutsertakan, ahli kesehatan masyarakat, sehingga masyarakat lebih percaya karena mereka concern di dunia medis,” jelasnya.

Analis Media Sosial Drone Emprit and Kernels Indonesia, Ismail Fahmi pun mengapresiasi langkah pemerintah menggandeng influencer, namun tetap mengingatkan ada upaya yang mesti dilakukan terhadap para influencer tersebut pascavaksinasi.

Baca Juga:  Menkes: Tes Corona Tidak Tepat Sasaran

Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiolog Indonesia (PAEI) Masdalina Pane menilai kehadiran influencer seperti Raffi Ahmad bisa memberikan dampak positif hanya bila segmentasi pengikut Raffi Ahmad memang pas, salah satunya seperti usia dan latar belakang followers yang sesuai dengan prasyarat vaksinasi 18-59 tahun.

Terlebih bila influencer tersebut mampu memberikan edukasi yang substantif secara berkala kepada followersnya. Namun bila sebaliknya, maka upaya pemerintah kali ini hanyalah modal gimik yang tidak akan memberikan pengaruh besar di masyarakat, melainkan hanya dikenang sebagai sebuah momen seremonial semata.

“Sejak awal saya melihat kita ini lebih banyak seremonial, jadi untuk hal-hal substansial kita lupakan. Oke, bila mengundang influencer, tapi harus dipastikan followers mereka memang real dan sesuai target atau segmentasi vaksinasi itu sendiri, ya seharusnya jangan influencer yang agak ‘alay’ ya,” kata Masdaline

Baca Juga:  Prancis Melaporkan 21.231 Kasus Baru Virus Korona  dalam 24 jam

(syakhruddin)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.