INIPASTI.COM, ITALIA, Gempa berkekuatan 6,6 SR yang menguncang Italia terpaksa membuat ribuan warga membuat tempat tinggal sementara. Rumah dan bangunan hancur, membuat warga menghabiskan malam di mobil, tenda, dan tempat sementara.
Gempat terjadi Minggu, 30 Oktober 2016 sekitar pukul 7.40 waktu setempat, menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS). Gempat ini setelah gempa keempat di area tersebut yang terjadi dalam tiga bulan terakhir.
Seperti yang dilansir dari bbc.com, gempa ini dinyatakan sebagai gempa yang terkuat di Italia dalam berpuluh-puluh tahun. Lokasi terjadi di daerah yang berdekatan dengan lokasi gempa terakhir yang menewaskan 300 orang Agustus lalu. Gempa susulan masih terus meruntuhkan bangunan.
Salah satu korban gempa, Stefano Boldrini, kini tinggal di sebuah van bersama anak perempuannya yang berusia 8 tahun. Ia mengatakan tidak akan bisa tinggal di kotanya lagi. “Tidak, kami tidak bisa. Tidak ada lagi sekolah atau gereja atau kantor polisi. Di sini tidak ada apa-apa lagi,” katanya.
Sementara warga lainnya menghabiskan malam di tenda-tenda dekat kota atau tinggal di tempat penampungan sementara di Pantai Adriatik.
Walaupun gempa menghancurkan rumah dan bangunan lainnya, beberapa warga memutuskan untuk tetap tinggal di rumah mereka. Mereka adalah warga Kota Norcia, di daerah Perugia, dekat dengan pusat gempa.
Evakuasi terus dilakukan dari bangunan di Italia tengah yang rentan terhadap aktivitas seismik minggu lalu, menyusul serangkaian gempa susulan kuat dari gempa Agustus lalu.Basilika Santo Benediktus Norcia dari abad pertengahan termasuk salah satu situs sejarah yang hancur.
Perdana Menteri Matteo Renzi sudah berjanji akan membangun ulang semuanya. Pemerintah juga tengah mencari sumber pendanaannya.
“Kami akan melalui periode yang sangat sulit, kita tidak harus membiarkan rasa sakit yang mendalam, kelelahan dan stres yang kita miliki sekarang berubah menjadi sebuah kepasrahan.”
Italia Tengah sudah beberapa kali terkena gempa dalam beberapa tahun terakhir. Gempa yang terjadi di Kota L’Aquila pada 2009 dan Amatrice pada Agustus lalu tahun ini masing-masing menewaskan sekitar 300 orang. Getaran akibat gempa terakhir terasa sampai Ibu Kota Roma yang kemudian mematikan jaringan Metro, dan juga terasa sampai ke Venezia di utara.(*)
Baca juga : Ratusan Orang Tewas karena Ribuan Bencana Selama Tahun 2016
//










