INIPASTI.COM, MAKASSAR – Semenjak Pemerintah Pusat memberikan perhatian terhadap pengembangan desa, salah satunya dengan memberikan anggaran yang tidak sedikit, daya tarik desa makin terasa. Uniknya, memasuki tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) para calon dari kalangan generasi muda bermunculan.
Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pemerintahan Desa/Kelurahan, Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa dan Kelurahan, Provinsi Sulsel, Rais Rahman mengakui hal tersebut. Bahkan menurutnya, karena banyaknya calon mendaftar sehingga kabupaten bersangkutan menetapkan seleksi penjaringan bakal calon.
“Selama dua tahun semenjak diberlakukannya undang-undang desa, memang desa saat ini memiliki daya tarik. Aturannya ini calon yang maju minimal dua calon maksimal lima calon, kalau lebih maka tes penjaringan akan dilakukan,” kata Rais, ditemui di ruangan kerjanya, Selasa (6/12).
Ia menambahkan, kalau dulu para calon minimal itu tamatan SMP atau SMA dan minimal berdomisili di desa. Tapi sejak Agustus lalu, ada pasal yang dicabut oleh MK sehingga persyaratan calon kades berubah.
“Memang sekarang ini, kepala desa itu banyak yang sarjana. Sudah jarang didapatkan mereka tamatan SMP. Ini memang sangat menarik karena ada dua indikator, dana desa dan perhatian pemerintah sekarang ini semua terpusat di desa,” ungkapnya.
Ia menambahkan, tujuan UU desa ini membentuk manajemen semua kembali ke desa, karena perekonomian cukup kuat.
Rais mengakui, masalah Pilkades ini menjadi kewenangan dari pemkab dan tidak berada di Provinsi. Dalam aturanya juga, desa melaksanakan pilkades serentak sesuai periode yang disepakati.(*)
Baca juga : Pasca Pilkades, Wagub Sulsel Minta Waspadai Fenomena Sosial Negatif
//










