INIPASTI.COM, SUDIANG – Pada musim haji 2019 ini, Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Kanwil Kemenag Sulsel, Abdul Wahid bertugas sebagai pembimbing haji atau dikenal dengan istilah TPIHI (Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia). Dia mendampingi JCH asal Kabupaten Bone dan Enrekang yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 38 Embarkasi Makassar.
Mantan Kepala Kantor Kemenag Kota Makassar ini pun bertekad untuk menjadikan Kloter 38 menjadi kloter yang terbaik. “Menjadi komitmen bersama dalam rangka untuk keberangkatan ini, yaitu betul-betul menjadi yang terbaik,” jelasnya.
Olehnya, Abdul Wahid mengaku tidak akan pernah lelah untuk mengingatkan jemaahnya. Dia ingin keselamatan dan kelancaran proses ibadah haji berjalan baik tanpa adanya insiden. Utamanya pada periode Arafah Musdalifah Mina (Armina).
“Kita selalu sampaikan agar jemaah haji tidak terlalu memforsir diri untuk melakukan ibadah sunnah. Yang paling penting kan rukun haji. Apalagi kami di gelombang kedua ini, kita harus persiapkan untuk Armina. Khususnya untuk lansia, kita sampaikan untuk mengutamakan rukun haji,” ujar mantan Kepala KUA di Kota Makassar ini.
Dalam hal kesehatan, dia yang sebelumnya sudah pernah menjadi petugas kloter, mengingatkan kepada dokter atau petugas kesehatan agar memberikan perhatian lebih terhadap jemaah lansia. Karena menurutnya merekalah yang rawan mengalami kelelahan hingga akhirnya jatuh sakit.
“Saya juga akan selalu mengingatkan dokter untuk memperhatikan hal-hal yang menjadi prioritas,” tutupnya. (Sule)










