INIPASTI.COM, MAKASSAR – Suasana Aula tempat pelepasan Jamaah Calon Haji Kloter I asal embarkasi Makassar mulai lenggang, para JCH dengan tertib bersama rombongan mereka menuju Masjid, yang berada di Asrama Haji Sudiang melaksanakan ibadah shalat dhuzur sesuai arahan panitia pelaksana disana.
Namun, masih ada beberapa yang terlihat tinggal, termasuk pria paruh baya (76 tahun) yang sedang duduk di kursi roda, dengan semangat mengikuti semua proses pelepasan sampai waktunya memasuki waktu shalat.
Dengan tenaga yang dimilikinya, Ia memilih melaksanakan shalat dzuhur di Aula, dengan kedua tangannya mendorong kursi roda keterbatasan tak menjadikan halangan menjalankan kewajibannya. Tak berapa lama seorang petugas asrama menegurnya, “Bapak mau apa?” katanya, sambil mendekati kursi roda tersebut.
“Saya ingin shalat disini saja, tayamum saja pak,” ujar A.M Syarief ini, sambil membuka kopiah dan sandal yang digunakan.
Dengan sigap, petugas ini mendampingi JCH tersebut, dan berdiri disamping kursi roda milik warga Antang tersebut. Di usianya saat ini dengan kondisinya, Syarief tetap berharap ibadah hajinya lancar sampai selesai.
Usai shalat, petugas haji yang dampingi meminta agar Syarief berdoa sambil berdzikir sesuai yang diajarkan oleh mereka , “Dzikir pak, seperti yang diajarkan ya,”ucapnya. Mendengar Syarief berdzikir, mata petugas ini langsung berkaca-kaca, sambil sesekali mengusap belakangnya.
Syarief berharap, ibadahnya lancar dan memasrahkan semuanya kepada Allah SWT, “Ya Allah, ampuni kami, hanya kepadamu kami meminta, lancarkanlah ibadah kami,” ujarnyanya sambil berurai air mata.
Tak berselang lama, Penjabat Sekretaris Daerah Tautoto Tanaranggina menghampiri Syarief dan memberi semangat sambil menitip pesan, “jangan capek, dan paksakan yang penting niatnya tercapai dan itu sudah dicatat, sehat kembali, yang penting sudah liat baitullah,” ujarnya, sambil terbata-bata.
Tautoto pun terharu dengan semangat Syarief, karena diusianya diberi kesempatan untuk beribadah, “Saya sangat terharu melihat mereka yang memenuhi panggilan Allah ke tanah suci, merupakan panggilan yang tidak boleh disia-siakan,” ujarnya
Kepala Bapenda Sulsel ini pun, mengaku JCH yang ditemui sudah pasrah dan menyerahkan semuanya kepada Allah SWT dalam menjalankan ibadahnya selama disana.
Sementara, Iskandar Fellang selaku pelaksana tugas (Plt) kepala kantor wilayah (Kanwil) Kemenag Sulsel, mengatakan jumlah 15.896 CJH diberangkatkan dari Embarkasi Makassar terdiri dari delapan Provinsi kawasan Timur Indonesia. Sulsel 7269 orang, Sultra 2003 orang, Sulbar 1453 orang, Gorontalo 983 orang, Maluku 1074 orang dan 175 petugas kloter.
(Iin Nurfahraeni)










