INIPASTI.COM, SUDIANG – Tiga Iklim berbeda telah dirasakan oleh Mahasiswi Universitas Indonesia (UI) ini. Selain iklim tropis di Indonesia, Arifah Auliyatul Muslimah (19) telah merasakan dinginnya udara Korea. Sekarang, telah 5 hari ia rasakan panasnya suhu di Arab Saudi.
Arifah telah berada di Kota Mekkah sejak 5 Agustus kemarin. Perempuan kelahiran Dili, Timor Timur, 27 Maret 1999 ini menjadi salah satu Jemaah Calon Haji (JCH) Kloter 22 Embarkasi Makassar. Ia bahkan tercatat sebagai JCH termuda Sulawesi Tenggara (Sultra). Ia adalah JCH Konawe Selatan (Konsel).
Anak bungsu dari pasangan Moh Arsyad Amheka (48) dan Siti Hatija Sanusi (42) tahun ini sebelumnya berkisah tentang perjalanannya ke Korea. Saat itu, ia mengaku melalui pergantian tahun 2017 ke 2018 di atas pesawat. Perjalanan ke Korea membutuhkan waktu 7 jam. Ia pun bersama ketiga temannya saat itu merasakan dinginnya Korea selama 45 hari.

“Kami berempat kemarin sama senior di kampus. Di sana (Korea,red), kami belajar bahasa langsung di negerinya. Kami di sana selama 45 hari,” ujar mahasiswi semester 5 jurusan Bahasa dan Kebudayaan Korea, UI ini.
5 bulan berlalu, ia kini menghadapi suhu panas di Arab Saudi. Jika ke Korea butuh waktu tempuh 7 jam, kali ini ia menempuh perjalanan udara selama 11 jam. 45 hari menggigil karena udara dingin Korea, sekarang berjuang selama 42 hari menghadapi cuaca panas yang begitu ekstrem di Arab Saudi.
“Panas sekali di sini, sudah satu kali saya mimisan saking keringnya. Sudah ikuti anjuran dokter untuk minum tiap jam dan menyemprot muka, tapi mungkin karena belum terbiasa jadi masih begini,” cerita adik dari Abdul Khiyar (22) ini.
Sebelumnya, Arifah mengungkapkan bahwa ia menjadi JCH termuda Provinsi Sultra karena didaftarkan haji oleh orangtuanya saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Tepatnya pada tahun 2011 saat kelas 6 di SD 1 Punggaluku, Kelurahan Punggaluku Kabupaten Konsel.

Alumnus SMAN 1 Kendari ini telah berada di Kota Mekkah bersama kedua orangtuanya, kakak, dan neneknya, Rugaya Binti Puji (68). Berbagai doa dan harapan ia telah panjatkan di depan Ka’bah. Ia memohon agar bisa meraih haji mabrur dan serta bisa istiqomah dalam akhlak yang baik dan menjadi anak yang berbakti.
Arifah juga mengaku bahwa banyak mendapatkan titipan doa dari teman-temannya. “Banyak yang titip doa. Ada yang minta didoakan segera dapat jodoh, ada yang mau IP-nya tinggi, ada juga yang mau nilainya bagus dan lulus tepat waktu,” tutupnya. (Sule)










