INIPASTI.COM, MAKASSAR – Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) , Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menargetkan inflasi bisa dibawah rata-rata nasional dalam menghadapi Hari Raya Idul Adha, untuk itu dilaksanakan kegiatan High Level Meeting (HLM) TPID di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (7/5).
Asisten II Bidang Ekonomi Setda Provinsi Sulsel Andi Darmawan Bintang menjelaskan dari data dan informasi yang disampaikan oleh dinas terkait, pihaknya meyakini inflasi masih berada dibawah nasional sekitar 2,5 persen plus 1. “Terakhir bulan April itu 2,42% artinya kita masih di bawah rata-rata inflasi nasional,” ungkapnya
Untuk menjaga hal tersebut, Darmawan Bintang menyatakan, dalam rapat TPID tadi ada beberapa yang memang menjadi catatan, diantaranya masalah perbedaan data, “Mereka melaporkan hasil yang ada di wilayahnya berbeda-beda inilah yang kami ingin satukan. Intinya pemerintah provinsi selatan, pemerintah kabupaten kota siap menghadapi hari besar ini dengan optimis tidak ada kenaikan harga yang cukup signifikan,” terangnya
Lebih jauh, Darmawan Bintang menyatakan tentu sejumlah faktor bisa mempengaruhi kondisi inflasi, diantaranya terkait masalah cuaca yang kedua transportasi antar daerah, sekarang kan lagi perbaikan, terus yang terakhir berkaitan dengan tentu penyimpanan stok. Ia mencontohkan, misalnya tomat walaupun konsumsinya tidak terlalu tinggi, sehingga harus mengirim dari luar.
“Tomat kan cepat rusak, sehingga usaha-usaha percepatan pengangkutannya ke daerah tujuan itu kita bisa koordinasikan antar kabupaten,” paparnya
Darmawan Bintang mendorong dalam mengendalikan inflasi terutama untuk daerah-daerah yang tinggi,memaksimalkan perdagangan antar daerah sehingga kebutuhan mereka bisa saling terpenuhi. “Sebenarnya inflasi satu daerah kekurangan satu komoditas, yang lain lebih. Tentunya untuk memenuhi kebutuhan yang kurang tersebut telah ditutupi , dengan melakukan kerjasama. Misalnya satu daerah kekurangan cabai , kemudian diangkut ke daerah untuk menutupi kekurangan,” ujarnya
Walaupun begitu, Darmawan Bintang mengakui dari hasil evaluasi memang masih belum maksimal baru ada 4 daerah yang melaksanakannya inilah yang pihaknya terus mendorongnya. Namun, ia menyatakan tidak melakukan kerjasama kalau memang belum ada kerja sama yang jalan, berarti kan masing-masing sudah bagus. Tidak ada ekspor-impor masing-masing daerah artinya tidak ada Inflasi, kami terus mendorong agar inflasi bisa stabil.










