INIPASTI.COM, MAKASSAR – Cuaca Kota Madinah, Arab Saudi pada musim haji Tahun 2017 ini dikabarkan berkisar 40-50 derajat celcius. Cuaca ekstrem itu menurut Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Abd Wahid Thahir tentu akan mempengaruhi stamina Jemaah Calon Haji (JCH). Ia pun mengimbau JCH agar tidak perlu untuk memaksakan shalat 40 waktu di Masjid Nabawi atau dikenal dengan sebutan Ibadah Arbain.
“Cuaca di Madinah panas sekali. Karena itu sebaiknya jemaah haji tidak terlalu memorsir tenaganya untuk ibadah Sunnah. Jadi agar tetap fit untuk menghadapi rukun wajib haji, jemaah haji kami sarankan agar tidak terlalu memaksakan ibadah Arbain,” ujarnya kepada inipasti.com, Minggu, (6/8/2017).
Ia menjelaskan bahwa ibadah Arbain bukanlah ibadah wajib dalam rukun Islam yang kelima ini. Olehnya itu, ia mengimbau agar JCH lebih menyiapkan diri melaksanakan rukun wajib haji. Yaitu, Tawaf, Sa’i, Wukuf, dan Tahallul.
Sebelumnya, JCH Termuda Papua, Andriani Lisman Gusra (19) melaporkan langsung dari Madinah membenarkan ekstremnya cuaca di sana. Ia pun menggunakan masker, topi, dan kacamata agar terhindar dari sengatan matahari.
“Kalau sekarang 43 derajat celcius. Kami menggunakan masker, topi dan kacamata. Kami juga disarankan oleh dokter untuk selalu minum agar tidak dehidrasi dan juga disuruh semprot muka pakai semprotan yang telah diberikan dokter,” jelasnya kepada inipasti.com via WhatsApp. (Sule)










