INIPASTI.COM – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, selama hampir 24 jam, sejak Rabu (7/7/21) mengakibatkan puluhan rumah warga yang berada di empat kecamatan terendam banjir.
Dilansir dilaman CNN, Belasan rumah dilaporkan rusak. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jeneponto, Syam Jaya menyebut banjir terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Jeneponto terjadi di empat kecamatan, di antaranya, Kecamatan Tarowang, Kecamatan Batang, Kecamatan Binamu dan Kecamatan Arungkeke.
Selain itu, lanjut Jaya di Kecamatan Binamu ada 26 rumah terendam banjir dan Kecamatan Batang terdapat 2 rumah warga yang mengalami rusak parah serta 8 rumah lainnya hanya rusak ringan.
“Untuk Kecamatan Binamu, ada dua kelurahan yang terendam banjir, yakni Kelurahan Balangtoa itu ada 26 rumah teredam dan di Kelurahan 15 rumah juga terendam banjir. Sedangkan Kecamatan Arungkeke ada lima rumah saja,” jelasnya.
Saat ini, kata Jaya tengah mengupayakan untuk melakukan pendataan jumlah warga yang terkena dampak banjir, setelah hujan deras mengguyur Kabupaten Jeneponto.
“Kita masih lakukan pendataan dan akan segera menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak banjir. Warga juga sebagian telah mengungsi ke tempat yang lebih aman,” kata Jaya
Sementara itu diilansir dilaman detiknews, BPBD Sulawesi Selatan (Sulsel) menerima laporan sebanyak 1.000 rumah terendam banjir akibat banjir bandang yang menerjang Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel). Banjir bandang dipicu intensitas hujan yang cukup tinggi.
Laporan diterima BPBD Sulsel menyebut hujan dengan intensitas yang cukup tinggi terjadi sejak Rabu (7/7/21) sore hingga Kamis dini hari tadi. Puncaknya pada pukul 20.00 Wita malam tadi, sejumlah wilayah mulai terendam banjir.
“Iya benar, ini laporan BPBD Kabupaten Bantaeng sampai ke BNPB RI,” kata Kepala BPBD Provinsi Sulsel Nimal Lahamang saat dimintai konfirmasi wartawan, Kamis (8/7/21).
Atas terjadinya banjir ini, BPBD Provinsi Sulsel segera memberikan bantuan logistik menuju wilayah terdampak.
Dari laporan yang diterima BPBD Sulsel, terjadi beberapa kerusakan di Bantaeng akibat banjir, seperti jebolnya drainase di Jalan Monginsidi hingga jebolnya irigasi Cedo ke arah Lasprang, yang menyebabkan meluapnya air sampai ke arah Sungai Lasepang.
Bukan hanya itu, luapan Sungai Sasayya di belakang Perumahan Erlita juga mengakibatkan air tumpah ke permukiman warga.
“Korban terdampak dan terendam banjir kurang-lebih 1.000 rumah atau kurang lebih 5.000 jiwa (terdampak),” kata Nimal merujuk laporan itu.
Banjir Bandang Terjang Bantaeng-Jeneponto Sulsel, Balita-Lansia Dievakuasi
Pemerintah setempat juga telah mengeluarkan imbauan kepada warga agar tenang dan sigap ketika terjadi kemungkinan terparah untuk segera menyelamatkan diri mencari tempat yang aman dari banjir.
Sementara itu, di Kabupaten Sinjai, Hujan deras yang menguyur sejak Kamis (8/07/21) dini hari mengakibatkan banjir. Selain rumah warga, fasilitas kantor pemerintah Kabupaten Sinjai juga terendam banjir.
Sejumlah ruas Jalan yang ada di Kota Kabupaten Sinjai ini terendam dan membuat fasilitas Warga menjadi rusak.
Bahkan dari pantauan media ini, rumah jabatan Bupati Sinjai maupun Wakil Bupati sudah setinggi lutut orang dewasa dan terus saja bertambah, termasuk sejumlah ruas jalan dalam kota Sinjai juga terendam banjir.
Bupati Andi Seto Asapa (ASA) mengatakan banjir yang melanda Kota Sinjai saat ini dinilai cukup parah. Karena hampir semua rumah penduduk maupun fasilitas kantor pemerintah terendam air.
“Saya berharap kepada seluruh camat dan Lurah agar bersama membantu warga yang terkena banjir, terutama dalam kota Sinjai,” pintanya.
Tak hanya itu, Ia juga berharap kepada warga agar menyampaikan kepada BPBD Sinjai apabila terjadi pohon tumbang atau kejadian lainnya yang membutuhkan bantuan.
Sebelumnya, Bupati Sinjai telah menghimbau warga untuk selalu waspada ketika angin kencang dan hujan deras yang terjadi beberapa pekan terakhir ini di wilayah Kabupaten Sinjai (Syakhruddin)










