Jeruk Besar di Sulsel Periode 2008-2016, Tumbuh 34,18 Persen

INIPASTI.COM, MAKASSAR- Jeruk besar adalah salah satu komoditas utama tanaman hortikultura kelompok buah-buahan yang dikembangkan oleh Dinas Ketahaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulsel saat ini.

Perkembangan jeruk besar di Sulsel selama kurun waktu 2008-2016 mengalami pertumbuhan rata-rata 34,18 persen. Tapi dari 2015 ke 2016 pertumbuhannya hanya mencapai 12,92persen.

Inline Ad

Produksi jeruk besar mengalami penurunan tahun 2010 jika dibandingkan tahun 2009. Produksi jeruk besar tahun 2010, hanya mencapai 12.048 ton, sementara produksi tahun 2009 mencapai 14.701 ton atau mengalami penurunan produksi 2.653 ton.

Dan terjadi peningkatan produksi yang cukup besar dari tahun 2010 ke tahun 2011. Produksi jeruk besar tahun 2011 mencapai 35.591 ton, dan tahun sebelumnya 2010 produksi hanya 12.048 ton atau ada peningkatan produksi sampai 23.543 ton. Dan terjadi lagi penurunan produksi dari tahun 2014 ke tahun 2015. Produksi jeruk besar tahun 2014 mencapai 56.799 ton menurun pada tahun 2015 yang hanya mencapai 39.376 ton.

Baca Juga:  Jadi Kakanwil Kemenag Definitif, Ini Rencana Awal Anwar Abubakar

Berdasarkan data BPS tahun 2014 perkembangan produksi jeruk besar di provinsi Sulsel dibeberapa kabupaten, yakni Kabupaten Selayar 312.80 ton, Bulukumba 407.70 ton, Bantaeng 1.50 ton, Takalar 364.60 ton, Jeneponto 11.60 ton, Gowa 459.90 ton dan Pangkep 115.204.60 ton. Khusus untuk jeruk besar di pangkep berpotensi 60-100 buah per pohon.

Sekadar diketahui bahwa budidaya jeruk di Pangkep terbesar di Kecamatan Ma’rang, Labbakkang dan Sigeri. Jeruk Pangkep ini mampu menghasilkan kurang lebih 600 kontainer sekali panen dan satu kontainer berisi 8000 biji. Menurut informasi dari Dinas Pertanian Kabupaten Pangkep 2018 akan dibangun industri jeruk.

Baca Juga:  Malam Ramah Tamah, Syahrul Kembali Menyanyi Lagu Christine Panjaitan

Selama kurun waktu sembilan tahun capaian kinerja produksi tanaman jeruk besar Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulsel, yakni tahun 2008 produksi 9.439 ton, 2009 produksi 14.701 ton, 2010 produksi 12.048 ton, 2011 produksi 35.591 ton, 2012 produksi 31.462 ton, 2013 produksi 37.562 ton, 2014 produksi 56.799 ton, 2015 produksi 39.376 ton dan 2016 produksi 44.463 ton.(nasrullah).

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.