Jokowi: Saya Harus Bicara Agar tak Ada Fitnah

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi munculnya pertanyaan tentang mengapa saat ini dia kerap merepons semua tudingan yang diarahkan padanya.

Sumber Ilustrasi: Pexels.com
Sumber Ilustrasi: Pexels.com

JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi munculnya pertanyaan tentang mengapa saat ini dia kerap merepons semua tudingan yang diarahkan padanya. Dia merasa memang harus berbicara agar hal itu tak menjadi fitnah.

“Saat ini saya harus bicara. Selama ini saya mencoba diam, tapi sekarang tidak bisa dibiarkan karena akan menjadi fitnah,” kata Jokowi di sela-sela kunjungannya ke Wana Wisata Pokland di Cianjur, Jawa Barat, Jumat (8/2).

Inline Ad

Di hadapan masyarakat yang hadir di sana, Jokowi mengungkapkan keluh kesahnya tentang fitnah-fitnah yang kerap diterimanya. Misalnya, dia dituduh simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Baca Juga:  Tim Itjen Kemenag RI Periksa Kanwil Kemenag Sulsel 10 Hari

Jokowi pun sempat dituding melakukan kriminalisasi terhadap ulama. Dia mengatakan terdapat ribuan ulama di Indonesia. “Kalau ada satu yang bermasalah kena kasus hukum, misalnya, ya dihukum, bukan berarti kriminalisasi,” ujarnya.

Selain itu, Jokowi juga sering disebut antek asing, anti-Islam. Dia merasa hal itu sangat keliru dan keji.

Jika anti-Islam, Jokowi mengaku tidak akan meresmikan Hari Santri Nasional. Kemudian bila antek asing, pemerintah tidak akan bersusah payah merebut kembali mayoritas saham PT Freeport.

Baca Juga:  Jokowi Tinjau Bulo? Usul Danny

Ia mengimbau masyarakat Cianjur agar tidak mudah termakan hoaks. Ia menyarakan agar warga mnggunakan pikiran dan rasionalitasnya. (MDS01)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.