JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi munculnya pertanyaan tentang mengapa saat ini dia kerap merepons semua tudingan yang diarahkan padanya. Dia merasa memang harus berbicara agar hal itu tak menjadi fitnah.
“Saat ini saya harus bicara. Selama ini saya mencoba diam, tapi sekarang tidak bisa dibiarkan karena akan menjadi fitnah,” kata Jokowi di sela-sela kunjungannya ke Wana Wisata Pokland di Cianjur, Jawa Barat, Jumat (8/2).
Di hadapan masyarakat yang hadir di sana, Jokowi mengungkapkan keluh kesahnya tentang fitnah-fitnah yang kerap diterimanya. Misalnya, dia dituduh simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI).
Jokowi pun sempat dituding melakukan kriminalisasi terhadap ulama. Dia mengatakan terdapat ribuan ulama di Indonesia. “Kalau ada satu yang bermasalah kena kasus hukum, misalnya, ya dihukum, bukan berarti kriminalisasi,” ujarnya.
Selain itu, Jokowi juga sering disebut antek asing, anti-Islam. Dia merasa hal itu sangat keliru dan keji.
Jika anti-Islam, Jokowi mengaku tidak akan meresmikan Hari Santri Nasional. Kemudian bila antek asing, pemerintah tidak akan bersusah payah merebut kembali mayoritas saham PT Freeport.
Ia mengimbau masyarakat Cianjur agar tidak mudah termakan hoaks. Ia menyarakan agar warga mnggunakan pikiran dan rasionalitasnya. (MDS01)










