Penulis : Riswan Hulalata
INIPASTI.COM, MAKASSAR – Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo menggelar konferensi pers dinihari, pukul 01.05 WIB, Sabtu (5/11) di Istana Merdeka.
Dalam pidato singkatnya, presiden menyesali aksi brutal massa pendemo yang sudah disusupi aktor politik hingga membuat aksi damai tersebut menjadi rusuh. “Kita menyesalkan, kejadian ba’da isya, yang seharusnya sudah bubar, tetapi menjadi rusuh. Dan ini kita lihat, telah ditunggangi aktor-aktor politik, yang memanfaatkan situasi,” tegas Jokowi didampingi Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, serta jajarannya.
Namun, kata Mantan Gubernur DKI Jakarta ini, sebagai negara demokrasi dirinya menghargai proses penyampaian aspirasi, melalui unjuk rasa, yang dilakukan pada 4 November 2016, dengan cara-cara yang tertib dan damai.
“Terima kasih, kami sampaikan kepada para ulama, para kiyai, para habib, para ustaz yang telah memimpin umatnya, yang menyejukkan, hingga sampai magrib berjalan tertib dan damai,” ujar Jokowi.
Sebelumnya, Presiden telah memerintahkan Wakil Presiden, Jusuf Kalla untuk menerima perwakilan pengunjuk rasa, yang didampingi Menkopolhukam, Mensesneg, Menteri agama, Menteri sekretaris kabinet, Kapolri, dan Panglima TNI.
“Dalam pertemuan itu, proses hukum terhadap saudara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan dilakukan secara tegas, cepat dan transparan. Oleh sebab itu saya minta para pengunjuk rasa untuk kembali pulang, ke rumah masing-masing, ke daerah masing-masing, dengan tertib. Biarkan aparat keamanan, bekerja menyelesaikan proses penegakkan hukum seadil-adilnya,” tambah Jokowi.
Terakhir, Presiden mengapresiasi kerja keras aparat keamanan yang melakukan pendekatan persuasif, dalam menjaga situasi, sehingga tetap kondusif. “Saya harap masyarakat tetap tenang, dan jaga lingkungan masing-masing, sehingga situasi tetap aman dan damai,” pungkasnya. (*)
Baca juga : Gunakan Atribut Kampus, Mahasiswa UMI Tak Patuhi Edaran Kemenristek Dikti
//










