JPU Sebut Eksepsi Terdakwa Abu Tours Error In Persona

Terdakwa Nusyahriah Mansyur, Mantan Komisaris Utama Abu Tours Saat Pembacaan Tanggapan Eksepsi (Istimewa)

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Jaksa penuntut umum dalam kasus penipuan, penggelapan, dan pencucian uang jemaah umrah PT Amanah Bersama Umat (Abu Tours) membantah eksepsi tiga terdakwa petinggi Abu Tours yang menyebut dakwaannya error in persona.

Dalam tanggapan yang dibacakan oleh jaksa Bayu dan Wicaksono di PN Makassar, Rabu (24/10/2018), eksepsi terdakwa yang diajukan oleh M. Kasim Sunusi, Nursyariah Mansyur dan Khairuddin M. Latang yang menyebut kasus ketiganya hanyalah kasus perdata tidak tepat.

Menurut jaksa, ketiga terdakwa ini sejak awal memiliki itikad buruk dalam mengelola dana jemaah umrah Abu Tours sehingga yang terjadi dana jemaah justru digelapkan dan dipergunakan untuk usaha yang lain sehingga membuat 96.970 jemaah terlantar.

Baca Juga:  Agen dan Jemaah Abu Tours Anggap Saudi Airlines Tidak Simpatik

“Sedari awal sudah ada kesengajaan yang akan menjadi bukti dalam perkara ini sehingga eksepsi yang diajukan terdakwa tidak benar,”kata jaksa Bayu saat membacakan tanggapan eksepsi M. Kasim.

Tanggapan jaksa atas eksepsi mantan manajer keuangan Abu Tours dan dua komisaris mantan biro perjalanan umrah ini memang lebih berpusat pada pidana yang dilakukan oleh ketiga terdakwa.

Seperti untuk Nursyariah Mansyur, jaksa menyebut kejahatan-kejahatan yang dimiliki oleh istri bos Abu Tours itu yang berbunyi pembukaan rekening, memasukkan uang ke rekening pribadinya dan membeli aset-aset atas nama terdakwa yang menggunakan uang hasil pembayaran jemaah.

“Apakah perbuatan tersebut benar atau tidak, menurut kami hal tersebut telah memasuki pokok perkara dan akan dibuktikan lebih lanjut dalam persidangan tahap pembuktian serta tidak masuk dalam ranah eksepsi,” lanjut salah satu jaksa Wicaksono.

Baca Juga:  Kasus Dugaan Penganiayaan Andi Takdir di Bone, Begini Sikap Keluarga Tersangka

Sementara untuk Khairuddin M Latang, jaksa menyebut dakwaan pasal 372 juncto 378 KUHP yang dijeratkan kepada dirinya karena ikut menyembunyikan beberapa sertifikat aset Abu Tours saat biro ini sudah mengalami defisit keuangan.

Usai membacakan tanggapan, ketua majelis hakim yang dipimpin Denny Lumban Tobing menunda sidang hingga Rabu 31 Oktober mendatang. Hakim akan membacakan putusan sela yang akan menentukan ketiga nasib petinggi Abu Tours ini apakah sidang perkara penipuannya dihentikan atau tetap dilanjutkan di tahap pembuktian.

(Reni Juliani)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.