INIPASTI.COM, MAKASSAR, – Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel, Kadir Halid meminta Pemprov Sulsel tidak abaikan pembangunan Stadion Internasional Barombong yang saat ini tengah dalam tahap pengerjaan.
Menurutnya tahap pembangunan lapangan hanya membutuhkan anggaran Rp7 miliar. Belum termasuk komponen di luar larangan, seperti tribun dan pembenahan lahan parkir.
Ketua Komisi E ini menyuarakan secara lantang pada rapat Banggar membahas mengenai Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2019, di Gedung Tower DPRD Sulsel, Selasa 13 November 2018.
“Kenapa saya harus perjuangkan, karena saya tidak ingin Barombong menjadi besi tua. Kalau mau lapangan Barombong seperti Gelora Bung Karno itu harus membutuhkan anggaran Rp7 miliar,” tegas Kadir
Lanjut Kadir, jika lapangan Barombong selesai, stadion bertaraf internasional itu sudah bisa digunakan untuk pertandingan sepak bola. Meskipun masih banyak bagian stadion yang belum selesai.
“Memang tidak bisa diselesaikan semua tahun 2019. Kalau mau dibangun lintasan atletik itu butuh 24 miliar itu sudah berstarap internasional. Kalau pembangunan sekelilingnya dan parkiran itu butuh 15 miliar jadi memang harus bertahap karena membutuhkan anggaran besar. Tetapi kalau lapangannya selesai itu sudah bisa digunakan untuk pertandingan,” ujarnya.
Meski demikian, namun usulannya tersebut belum mendapatkan respon positif dari Banggar maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov).
Sementara gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan untuk pembangunan Stadion Barombong dirinya menunggu audit dari BPKP. Agar anggaran yang dikucurkan tidak berulang kembali.
“Tidak mungkin sekarang Rp7 miliar nanti tahun depan minta lagi. Akses jalan tempat parkir itu juga jadi harus didesain. Karena itu belum tercakup. Jangan kita berulang menganggarkan nanti bisa jadi temuan,” ujar Nurdin Abdullah.
(Muh. Seilessy)










