INIPASTI.COM, MAKASSAR – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) berlangsung dengan khidmat, Rabu (2/5/2018).
Sebagai pembina upacara, Koordinator Kopertis Wilayah IX, Prof. Jasruddin menuturkan, setiap pendidikan tinggi harus melakukan perubahan mendasar dan melakukan riset untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.
Ia juga mengungkapkan, pihak Kemenristek dikti tengah mengembangkan kebijakan untuk melakukan pendidikan jarak jauh, melalui pembelajaran secara online.
“Setiap pendidikan tinggi harus bisa melakukan perubahan dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0 atau era digitalisasi yang masif,” katanya dihadapan ribuan peserta utusan dari Perguruan Tinggi Swasta se Sulawesi.
Dalam kesempatan itu, Prof Jasruddin juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pemberian Izin Penyelenggaraan Program Studi Ilmu Komputer, kepada pihak UMI.
Rektor UMI, Prof Masrurah Mochtar mengatakan, peringatan Hardiknas kali ini merupakan momentum yang tepat dalam pemberian izin program pendidikan (prodi) Ilmu Komputer.
“Momentum ini (Pemberian SK prodi Ilmu Komputer) sangat tepat, apalagi jelang ramadhan dan penerimaan mahasiswa baru. Jika sudah ada 20 mahasiswa yang mendaftar, maka sudah bisa kita buka programnya. Tapi saya yakin jumlahnya akan lebih dari itu,” jelasnya.
Prof Masrurah berharap, agar hal yang telah dicapai dalam peringatan kali ini bisa lebih meningkat lagi.
“Apalagi tadi sudah ada signal dari koordinator kopertis (Prof Jasruddin) yang mengatakan bahwa saat ini penghargaan hendaknya diberikan secara otomatis dalam artian tidak harus lagi diurus. Sehingga, kedepan lebih banyak lagi penghargaan yang bisa kita raih, apalagi yang paling banyak dosen kopertisnya adalah UMI, termasuk saya,” paparnya.
“Saat ini UMI memiliki 57 prodi, dan yang akreditasi A sebanyak 15 prodi. Bila Ditinjau dari segi presentasi, 30 persen jumlah prodi di UMI 30 sudah akreditasi A,” pungkasnya.
Peringatan hardiknas ini juga dirangkaikan dengan pelepasan mahasiswa KKN Internasional, serta penerimaan mahasiswa internasional.
(Ahadri)










