INIPASTI.COM, MAKASSAR – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementrian Agama (Kemenag) Sulsel, Abd Wahid Thahir mengimbau para guru agar tidak berhenti belajar. Karena menurutnya era modernitas saat ini memungkinkan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi sudah merasuk ke generasi millenial di mana pun dia berada.
“Olehnya itu guru harus selalu memperbaharui ilmu dan keterampilannya, jangan sampai peserta didik kita lebih pintar dan lebih update terhadap informasi baru dibanding gurunya,” serunya.
Pesan tersebut ia sampaikan pada Bimtek Penguatan Kapasitas Guru Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) dan Guru Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ). Bimtek yang digelar oleh Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Sulsel ini berlangsung di Hotel Traveller Phinisi Makassar sejak 21 Februari hingga hari ini, Jum’at, (23/2/2018).
Dalam sambutan pembukaannya, Kakanwil menyampaikan kepad guru MDT dan TPQ agar terus mengasah diri, khususnya Kapabilitas dan kapasitasnya di bidang kerja yang ditekuni. Hal itu ia tekankan karena ia menilai bahwa yang para guru ini hadapi dan ingin dibentuk kepribadiannya adalah peserta didik yang merupakan generasi pelanjut bangsa dan agama.
“Dari sinilah kemudian saya mengharapkan agar guru jangan hanya merasa pintar tapi tidak pintar merasa, karena sifat merasa pintar justru bisa membuka sisi-sisi kekurangan, ketidaktahuan dan keterbatasan kita,” pesan Kakanwil.
Kakanwil juga menitipkan pesan buat para pimpinan lembaga atau yayasan yang mengelola MDT dan TPQ agar taat aturan, disiplin terhadap juklak dan juknis. Ia juga ingin agar mereka bertanggungjawab, karena dari hal tersebutlah sinergitas antara lembaga dan stakeholder, khususnya Kementerian Agama bisa terjaga lebih baik.
Untuk diketahui, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Programnya di Tahun 2018, pasca Pelaksanaan Raker Kanwil minggu lalu di Asrama Haji sudiang Makassar yang dibuka langsung oleh Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin.
Kegiatan ini bertujuan untuk peningkatan kualitas guru dari sisi wawasan, koordinasi, integrasi dan singkronisasi dalam upaya mencapai keberhasilan tujuan pendidikan agama dan keagamaan. Hal itu dilaporkan langsung oleh Kabid PD. Pontren, Fathurrahman .
Acara pembukaannya sendiri diikuti oleh 80 orang peserta dari Guru MDT dan Guru TPQ se-Sulsel serta seluruh Kepala seksi dalam Iingkup Bidang PD. Pontren Kanwil Kemenag Provinsi Sulsel. (*)










