INIPASTI.COM, MAKASSAR- Secara nasional sub sektor perkebunan memberikan konstribusi peningkatan devisi negara dan PDRB terbesar di luar minyak dan gas bumi serta penyerap tenaga kerja yang cukup besar.
Dinas Perkebunan Provinsi Sulsel memiliki strategi dan kebijakan pembangunan di sektor perkebunan, sasarannya adalah peningkatan produksi dan produktivitas tanaman perkebunan yang berkelanjutan serta terbentuknya kawasan kawasan agribisnis perkebunan yang utuh.
Berdasarkan kondisi agroklimat Sulawesi Selatan dan kajian teknologi pengembangan pembangunan perkebunan Sulsel, ditetapkan beberapa komoditas unggulan yaitu, kakao, jambu mete, kopi, tebu, kelapa, cengkeh, lada, kelapa sawit, pala dan tembakau.
Sekretaris Perkebunan Provinsi Sulsel, Ir Muhammad Arsyad Patara, MBA, mengatakan, dari 10 potensi produksi komoditi unggulan perkebunan pada tahun 2016 mencapai 408.246 ton dengan nilai produksi 12.953 triliun.
Dikatakan apabila melihat dari segi produksi ke 10 komoditi unggulan, maka yang memberikan kontribusi terbesar adalah kakao 151.124 ton (37,01%), kelapa 74.408 ton (18,22%), kelapa sawit 72.382 ton (17,72%), Tebu 38.944 ton (9,53%), Kopi 27.356 ton (6,70%), selebihnya berturut-turut cengkeh, jambu mete, lada , tembakau dan pala.
Dari segi nilai produksi yang memberikan kontribusi terbesar adalah kakao 5.249 triliun, cengkeh 2.630 triliun, kopi 1.559 miliar, lada 1.113 miliar, kepala sawit 868 miliar, selebihnya berturut-turut, tebu, kelapa, jambu mete, temabakau dan pala.(nasrullah)










