Kapitalis? Pedagang Sejahtera, Petani Menjerit.

Oleh: Ikhwan

INIPASTI.COM, OPINI- Kapitalisme adalah sistem ekonomi yang memberikan kebebasan penuh bagi tiap orang untuk mengendalikan kegiatan ekonomi seperti perdagangan, industri, dan alat-alat produksi dengan tujuan mendapatkan keuntungan.

Inline Ad

Sistem ekonomi kapitalis merupakan yang beroriantasi pada cara-cara produksi secara individu, atau dimiliki oleh individu, dimana distribusi penentu harga dan jasa-jasa pelayanaan di dalamnya ditentukan oleh pasar bebas. Pandangan hidup masyarakat barat pada umumnya merupakan rasionalistik, metarealisme dan liberalisme. Sebagai suatu sistem ekonomi yang berhubungan erat dengan pandangan hidup rasionalisme, metarialisme, individualisme dan liberalisme.

Dampak positif sistem ekonomi kapitalis adalah mendorong aktifitas ekonomi secara signifikan, persaingan bebas akan mewujudkan produksi dan harga ketingkat wajar dan rasional dan mendorong motifasi pelaku ekonoki mencapai presentasi terbaik.

Dampak negatif sistem ekonomi kapitalis adalah akan terjadi penumpukan harta, akan menimbulkan sifat individualisme yang berlebihan, kurangnya sifat kerja sama antar sesama masyarakat.

Baca Juga:  OPINI: Sakitnya Tuh di Sini (Jempolmu Harimaumu)

Dalam kehidupan masyarakat, terutama pada sektor perdagangan.Terutama pedagang kecil dan sampai pedagang besar. Sistem kapitalis ini sudah menjadi bagian dari sistem ekonomi pasar hari ini. Di desa pelosok, kapitalisasi sistem perdagangan begitu besar pengaruhnya. Seorang pedagang akan bebas menentukan harga dari sekian modal yang dimiliki, dengan maksud memperoleh hasil keuntungan.

Ekonomi diatur oleh mekanisme pasar.
Pemerintah punya peran yang amat kecil dalam kegiatan ekonomi. Jadi pemerintah tidak punya legitimasi yang besar dalam menentukan berbagai harga pasar, termasuk jika pemerintah membuat semacam standariasi harga pasar. Harga-harga pasar akan lebih banyak dimonopoli oleh para kaum kapitalis, menentukan dan menetapkan harga sesuai standar keuntungan yang akan ia peroleh.

Kebijakan mengenai harga pasar sangat ditentukan oleh pemilik Modal. Pemilik modal apakah ia pembeli dan penjual. Apakah pedagang yang memproduksi barang dari yang kecil hingga yang besar. Mereka seperti tuan dan puang yang harus dipatuhi. Masyarakat, Petani, Nelayan dan sebagainya, akan tunduk pada kebijakan sang kapitalis.

Baca Juga:  Idrus Marham Presiden, Nurdin Halid Gubernur

Jika saya mengamati, sistem inilah yang berlaku hari ini di Indonesia. Mulai sejak latar belakang masuknya sistem ideologi kapitalisme, sejak terjadi yang namanya tanam paksa oleh Penjajah. Yang kemudian menjadi cikal bakal merembetnya paham kapitalis disektor ekonomi.

Pemerintah sebagai penentu kebijakan harus melihat bagaimana kondisi perekonomian masyarakat, lalu buatlah kebijakan yang dapat mengatasi berbagai monopoli paham kapitalis ini. Seolah-olah kekuatan legitimasi kapitalis lebih kuat dari pada legitimasi pemerintah dalam menentukan harga pasar.

Kasihan rakyat kecil, setiap hari memproduksi hasil pertanian yang begitu besar. Tapi hasil pertanian itu tidak mampu membuat ia sejahtera, sebab petani terkungkung oleh kebijakan pasar yang dimainkan oleh kapitalis. Menjual hasil-hasil pertanian dengan harga murah, bukan karena rusak dan catatnya barang. Tapi karena para kapitalis yang khawatir tidak meraut keuntungan, sehingga mengorbankan para petani yang polos.

Baca Juga:  Pentingnya Pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual bagi UMKM

Akibatnya, pedagang sejahtera rakyat menjerit.

Wassalam, Balassuka, 17/11/20.

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.