INIPASTI.COM, MAKASSAR – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Koalisi Mahasiswa Pemerhati Keadilan (Kompak) mendesak Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian agar kapolres Bulukumba AKBP Kurniawan Affandy dari jabatannya, yang menggelar aksi dengan cara membakar ban bekas di pertigaan Jalan AP Pettarani-Hertasning, Kamis (23/3/2017).
Koordinator aksi Saril Ch mengatakan dalam tuntutannya buntut dari meninggalnya Syamsuddin di dalam sel Mapolres Bulukumba, Senin (20/3/2017) lalu. Syamsuddin sendiri adalah korban salah tangkap dari petugas kepolisian .
Kompak menduga, korban yang seorang tuna wicara dan memiliki riwayat penyakit stroke ini dianiaya hingga meregang nyawa oleh pihak kepolisian saat interogasi.
“Kami meminta Kapolres Bulukumba bertanggung jawab atas meninggalnya Syamsuddin. Pernyataan Kapolres bahwa korban meninggal karena bunuh diri sudah terbukti salah. Kuat dugaan dia dianiaya petugas. Pelaku penganiaya terhadap Syamsuddin harus dihukum,” tegas Saril dalam orasinya.
Hingga saat ini, pelaku pelecehan terhadap Nurafadillah sudah diamankan Polres Bulukumba. Pelaku yang berinisial IF tidak lain adalah sepupu korban. IF juga telah mengakui perbuatan bejatnya kepada sepupunya itu yang juga seorang tuna wicara.
Akibat aksi ini, menurut pantauan inipasti.com arus lalu lintas dari arah jalan Urip Sumoharjo menuju ke Alauddin dan AP Pettarani menuju Jalan Hertasning sempat macet.










