INIPASTI.COM, MAKASSAR – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Sulsel, Abd Wahid Thahir menaruh harapan lebih pada pemegang jabatan baru di kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Makassar. Harapan itu ia utarakan saat menghadiri pelantikan Abdul Rafiq sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) Kemenag Kota Makassar, di Aula Kemenag Kota Makassar, Senin (7/11/2016).
Pelantikan Kasubag TU ini dilakukan oleh kepala kantor (Kakan) Kemenag Kota Makassar, Muh Nur Khalik yang sepekan lalu juga baru dilantik. Acara ini pun dihadiri oleh, Mantan Kakan kemenag Kota Makassar yang sekarang menjabat sebagai Kabag TU di Kanwil Sulsel, Abdul Wahid, Kakan Kemenag Kab. Toraja Utara, Pretty Lamban Gasong, para Kepala Seksi, Penyelenggara Bimas, serta Kepala KUA dan Kepala Madrasah Negeri dan Swasta di Kemenag Kota Makassar.
Wahid Thahir memaparkan, memberikan kepercayaan kepada seseorang untuk menduduki sebuah jabatan dan mengemban sebuah amanah tidak asal menunjuk orang. Ia menjelaskan bahwa ada mekanisme dan prosedur institusi yang harus dilalui.
Olehnya itu, lanjutnya, ketika terpilih, maka sesungguhnya pejabat tersebut sudah memenuhi kualifikasi yang diinginkan oleh organisasi. “Khusus di Kementerian Agama, kita punya pondasi yang menjadi ruh kita dalam bekerja, pun juga dalam memilih pemimpin yakni ada lima, Nilai budaya kerja, integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab dan keteladanan,” paparnya.
“Pimpinan dan bawahan harus tahu bagaimana menempatkan diri satu dengan yang lainnya, disitulah semestinya aparat Kementerian Agama berada,” ujarnya.
Wahid Thahir melanjutkan, sekarang ini saatnya bahu membahu membangun institusi menjadi yang terbaik. Menurutnya hal itu harus mulai dari kinerja aparat, pelayanan kepada umat, sampai kepada program kerja yang bisa dirasakan manfaatnya bagi semua. Keberhasilan bagi Kakanwil Kemenag Sulsel ini, hanya bisa terlihat dan terasa bila ada sinergitas yang positif antara pimpinan dan bawahan.
“Saya berharap, Kemenag Kota Makassar ke depan bisa menjadi pionir perubahan menuju ke arah yang lebih baik bagi Kemenag kabupaten/kota lainnya. Makassar harus mengembalikan marwahnya sebagai Kemenag percontohan apalagi dengan posisi yang strategis yakni berada di ibu kota provinsi Sulsel,” ucap Wahid Thahir.










