INIPASTI.COM, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo meminta masyarakat tidak mudah tertipu dengan modus penggandaan uang secara instan. Apalagi dengan cara melawan nalar logika.
Ia menjelaskan, kasus Dimas Kanjeng Taat Pribadi harus menjadi pelajaran bagi semua. Untuk memperoleh uang bukan dengan cara seperti itu dan tidak dibenarkan, tanpa kerja, dan keringat.
“Kalau ada rayuan seperti itu, harus hati -hati, kemungkinan penipuan, pencuri. Bisa karena korupsi pencucian uang dan lain lain. Saya harap semua bisa saling menasihati, apalagi ini bukan pertama kalinya,” kata Syahrul, Selasa (4/10) di kantor Gubernur.
Ia menambahkan, saat ini masalah Dimas Kanjeng Taat Pribadi sudah masuk dalam ranah hukum, kepolisian sudah bekerja. Dan siap memback up tugas polisi.
Ketika ditanyakan terkait adanya beberapa nama besar yang membela kanjeng Dimas, Syahrul mengaku heran. “Saya heran saja, kenapa masih ada orang pintar terjebak. Apalagi yang kurang pintar. Saya ketawa melihatnya. Ini bukan uang kecil, uang besar banget,” ucapnya.(*)
Baca juga : Diduga Palsu, Penyidik Temukan Emas dan Uang di Rumah Najemiah
//










