INIPASTI.COM, MAKASSAR – Makassar tak pernah sepi dengan kasus kenakalan murid khususnya di sekolah SMP dan SMA. Malah kenakalan remaja tersebut semakin ramai karena diunggah di media sosial dan menjadi viral.
Sebut saja kasus pemukulan guru di SMK Negeri 2 Makassar yang mengakibatkan sang guru harus dirawat di rumah sakit. Adapula kasus siswa yang merokok di samping guru dalam kelas di SMA Ilham Makassar. Baru-baru ini malah beredar foto dua siswa perempuan yang menaikkan kaki ke meja, sementara gurunya sedang menulis di papan tulis. Dua siswi tersebut dikenali berasal dari SMP Negeri 1 Makassar
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menanggapi masalah tersebut dengan menyalahkan pihak pengajar. Danny menyebut gurunya membiarkan murid berperilaku buruk di di depan gurunya sendiri. Dan pastinya menjadi hal yang mencoreng nama baik pendidikan. Hal itu diungkapkan saat ditemui Inipasti.com usai menjadi pemateri Dialog Pemuda yang diselenggarakan HMI, Jumat malam (28/10/2016) Malam.
“Itu persoalannya di gurunya bukan di muridnya. Kenapa gurunya biarkan muridnya berkelakuan buruk yang mencoreng nama pendidikan,” ujar Danny.
Danny juga menegaskan SMP Swasta yang ada di Kota Makassar harus diperketat standarisasi dan memiliki akreditasi berjalan sesuai aturan pemerintah.
“Harus diperketat standarisasi dan harus memenuhi akreditasi berjalan, kalau tidak memenuhi kita akan tutup dan Pemkot semua harus turun. Kalau tidak, persoalan kita tidak bisa kita rekam, harus semuanya turun,” tandasnya.(*)
Baca juga : Mengurangi Kenakalan Remaja dengan Pramuka
//










